- Presiden Jokowi mengakui pertemuan dengan tersangka ijazah palsu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, di Solo pada 8 Januari 2026.
- Jokowi menegaskan pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi dan bukan upaya mengintervensi proses hukum kasus tersebut.
- Tidak ditemukan bukti bahwa pertemuan tersebut merupakan intervensi atau permintaan penghentian kasus oleh aparat penegak hukum.
SuaraLampung.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo baru-baru ini mengakui bahwa ia bertemu dengan dua tersangka kasus tuduhan ijazah palsu, yakni Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2026.
Ungkapan Jokowi langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik mengenai perihal apakah pertemuan itu bermaksud memengaruhi proses hukum mengenai kasus ijazah palsu Jokowi
Namun sebelum Anda menarik kesimpulan atau ikut menyebarkan narasi yang belum jelas sumbernya, simak dulu cek fakta lengkapnya di bawah ini!
Berdasarkan penelusurannya diketahui jika:
1. Pertemuan Itu Benar Terjadi
Menurut laporan media, Jokowi benar menerima kunjungan dua tersangka kasus pencemaran nama baik seputar tuduhan ijazah palsu di rumahnya di Solo pada 8 Januari 2026. Kedua tersangka itu diketahui datang didampingi kuasa hukum dan rombongan relawan.
2. Jokowi sendiri menyebut pertemuan tersebut sebagai bentuk silaturahmi, bukan agenda resmi atau instruksi hukum. Ia menyatakan bahwa pertemuan terjadi secara terbatas dan tertutup, tanpa tujuan untuk mengintervensi penanganan hukum.
3. Saat ditemui wartawan, Jokowi menegaskan bahwa pertemuan itu berlangsung karena kedua tersangka menjemput silaturahmi kepada dirinya.
Ia menghormati dan menghargai maksud silaturahmi itu.
Proses hukum tetap berada di tangan aparat penegak hukum, dan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau menghentikan proses tersebut.
Baca Juga: Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pinjaman BRI Sampai Rp500 Juta, Ini Bahayanya!
Jokowi juga berharap pertemuan itu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi penyidik, termasuk kemungkinan pendekatan seperti restorative justice, namun keputusan sepenuhnya tetap pada lembaga hukum yang berwenang.
Namun apakah Ini Intervensi Hukum?
Tidak ada bukti bahwa Jokowi meminta aparat penegak hukum menghentikan, mengubah, atau memengaruhi proses hukum terkait kasus ijazah palsu. Jokowi secara jelas menyatakan bahwa:
“Urusan hukum tetap berjalan sesuai aturan dan kewenangan penyidik,” ujarnya.
Ini berarti klaim yang beredar di media sosial yang menyimpulkan bahwa Jokowi “cukup memengaruhi proses hukum” atau “minta kasus dihentikan” tidak berdasar fakta yang diungkapkan langsung oleh dirinya maupun media kredibel.
Dalam laporan lain, relawan yang mendampingi pertemuan menyebut Jokowi bahkan memberikan pesan maaf dan harapan rekonsiliasi, sekaligus berharap pihak penyidik mempertimbangkan pendekatan damai terkait status tersangka, namun kembali ditegaskan bahwa keputusan akhir tetap pada penyidik Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pinjaman BRI Sampai Rp500 Juta, Ini Bahayanya!
-
Cek Fakta: Hoaks! Tautan Pendaftaran Bantuan PKH 2026 Rp900 Ribu dari Kemensos, Ini Bahayanya
-
Cek Fakta: Benarkah Kejagung Tetapkan Luhut Jadi Tersangka Korupsi Lahan Batu Bara
-
Cek Fakta: TNI Tangkap Anggota KKB dan WNA Saat Operasi Penyisiran, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Tilang Iring-iringan Pengantar Jenazah, Ini Faktanya!
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari
-
Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron