-
Rokok ilegal masuk ke Lampung dan Bengkulu dari Asia Tenggara dan Pulau Jawa
-
Bea Cukai dan Polda Lampung gencar menindak peredaran barang ilegal
-
Polda Lampung berhasil menyita ratusan bungkus rokok ilegal di berbagai wilayah
SuaraLampung.id - Provinsi Lampung dan Bengkulu, kini menjadi medan pertempuran sengit melawan peredaran rokok ilegal. Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (DJBC Sumbagbar), Agus Yulianto, mengungkapkan bahwa jutaan batang rokok haram ini menyerbu dari dua arah di dua provinsi tersebut. Yaitu dari jalur laut internasional dan daratan Jawa.
"Rokok ilegal yang beredar di Lampung dan Bengkulu berasal dari impor melalui pantai timur Sumatera, utamanya dari Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Tak hanya itu, pasokan besar juga datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura," terang Agus Yulianto, Kamis (6/11/2025).
Posisi strategis Lampung sebagai "pintu gerbang" antara Jawa dan Sumatera menjadikannya titik paling rawan.
"Barang ilegal dari Jawa banyak masuk ke Lampung, begitu juga yang dari utara Sumatera menuju Jawa melewati wilayah ini. Pengawasan harus terus diperkuat!" tegas Agus.
Ini bukan hanya tentang rokok, tapi juga minuman beralkohol ilegal dan berbagai barang selundupan lainnya. Bea Cukai Sumbagbar tak tinggal diam.
Mereka berkomitmen penuh bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk membendung arus barang ilegal ini. Tujuannya untuk menjaga penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai yang terus menerus tergerus.
Agus membeberkan, pelabuhan-pelabuhan di Lampung, termasuk Bakauheni, menjadi jalur favorit para penyelundup.
Modus yang digunakan pun beragam dan semakin canggih: mulai dari rokok tanpa pita cukai sama sekali, pita cukai palsu, salah peruntukan, hingga salah personalisasi pita cukai.
Sementara untuk minuman keras ilegal, para pelaku nekat mendistribusikan tanpa izin atau menjualnya secara sembunyi-sembunyi di gudang dan toko tanpa cukai.
Baca Juga: Ekonomi Lampung Tumbuh di Atas 5 Persen di Kuartal III 2025, Ini Penyebabnya
"Pengawasan ketat kami lakukan di jalur-jalur distribusi dan di wilayah pemasarannya," ujar Agus.
Sinergi apik ini diperkuat dengan peran aktif Polda Lampung. Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf menyatakan, sinergi dengan Bea Cukai terus dilakukan guna mencegah adanya barang ilegal yang beredar di masyarakat.
Sebagai bukti nyata, pada 29 Oktober 2025 , Polda Lampung melakukan razia besar-besaran di toko-toko penjual rokok tanpa cukai atau pita cukai palsu di Lampung Selatan, Kota Metro, dan Lampung Tengah.
Hasilnya? Sebanyak 721 bungkus rokok ilegal berhasil disita dari peredaran. Rinciannya 281 bungkus di Lampung Selatan, 232 bungkus di Kota Metro, 208 bungkus di Lampung Tengah.
"Kegiatan ini merupakan komitmen dan sinergi kami dengan Bea Cukai dalam memerangi peredaran rokok ilegal, demi menjaga dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak," tutup Helfi Assegaf.
Kantor Wilayah Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat melakukan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan senilai Rp74,95 miliar.
Berita Terkait
-
Ekonomi Lampung Tumbuh di Atas 5 Persen di Kuartal III 2025, Ini Penyebabnya
-
Miris! Wanita Dilecehkan saat Salat di Masjid Garuntang, Menteri PPPA Langsung Turun Tangan
-
Harapan Hidup Lebih Panjang, Pendidikan Lebih Baik: IPM Lampung Meningkat
-
Nelayan Hilang di Lampung Selatan: Operasi SAR Dihentikan Setelah 7 Hari Pencarian
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
BRI Perkuat KPR Subsidi untuk Percepat Realisasi 3 Juta Rumah
-
Adopsi Digital Meningkat, BRImo Dorong Pertumbuhan Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Bangun Ekosistem Investasi Inklusif Lewat Qlola dan UMKM
-
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma dan Limas dengan Contoh Soal