-
Seorang wanita dilecehkan saat salat di Masjid Al-Ikhlas Bandar Lampung
-
Menteri PPPA mengecam insiden ini dan memastikan pendampingan korban
-
Pelaku ditangkap dan mengaku terinspirasi dari video porno serta menyukai korban
SuaraLampung.id - Jagat maya dan publik Bandar Lampung dihebohkan dengan insiden memilukan yang menimpa seorang perempuan berinisial TU (22) saat sedang khusyuk menunaikan salat di Masjid Al-Ikhlas, Garuntang.
Ironisnya, tindakan kekerasan dan pelecehan ini terjadi di tempat ibadah yang seharusnya menjadi oase ketenangan dan keamanan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tak tinggal diam. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.
"Kami sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya tindakan kekerasan terhadap perempuan, apalagi di tempat ibadah. Ini tidak dapat ditoleransi!" tegas Menteri Arifah di Jakarta, Kamis (4/11/2025).
Menurut Waka Polresta Bandar Lampung, AKBP Erwin Irawan, peristiwa nahas itu terjadi saat TU sedang salat zuhur sendirian.
Tiba-tiba, pelaku berinisial TH (23) mendekati korban dari belakang saat korban dalam posisi sujud. Tanpa ampun, TH melakukan tindakan cabul disertai kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di tubuh korban.
"Korban yang kaget langsung berteriak meminta pertolongan," ujar AKBP Erwin.
Teriakan TU memecah keheningan masjid, menarik perhatian warga sekitar yang dengan sigap datang membantu. Pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil diringkus warga dan diserahkan ke Polsek Teluk Betung Selatan.
Motif Pelaku
Baca Juga: Kecanduan Video Porno Bikin Pemuda Nekat Cabuli Wanita Saat Salat di Masjid Garuntang
Kapolsek Telukbetung Selatan, AKP Galih Ramadhan, mengungkapkan fakta mengejutkan di balik aksi bejat TH. Pelaku mengaku nekat melakukan perbuatannya lantaran kerap menonton video porno.
Selain itu, antara pelaku dan korban ternyata tidak saling mengenal. Namun, TH rupanya sering melihat TU salat di masjid tersebut dan menaruh hati padanya.
"Pelaku ini sudah menyimpan niatnya tersebut selama 4 hari sebelum melancarkan aksinya," ungkap AKP Galih.
Kementerian PPPA melalui tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 bersama UPTD PPA Provinsi Lampung langsung bergerak cepat.
Mereka berkoordinasi dengan kepolisian, memberikan konseling awal, penguatan psikologis, dan edukasi hukum kepada keluarga korban.
"Negara wajib hadir memastikan korban mendapat perlindungan, keadilan, dan pemulihan," tegas Menteri Arifah.
Berita Terkait
-
Kecanduan Video Porno Bikin Pemuda Nekat Cabuli Wanita Saat Salat di Masjid Garuntang
-
Damkarmat Berjibaku Padamkan Api di TPA Bakung, Warga Diimbau Waspada
-
14 Warung Remang-Remang di PKOR Way Halim Ditertibkan
-
Ayah Tiri di Pringsewu Perkosa Anak Sambung Hingga Hamil, Terungkap dari Tes Kehamilan di Sekolah
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas