- Masyarakat Lampung yang berada di sesar Semangko diminta waspada terhadap ancaman gempa
- Selain Tanggamus, daerah yang masuk dalam sesar Semangko adalah Lampung Barat
- Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah sepanjang Sesar Semangko, harus segera menyusun dan mengimplementasikan rencana kontingensi
SuaraLampung.id - Peringatan serius datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung. Masyarakat di seluruh wilayah diminta untuk tidak lengah dan segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana sudden onset, terutama gempa bumi yang bisa menghantam kapan saja tanpa peringatan.
Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, dengan tegas menyatakan mempersiapkan diri dan memacu agar siap siaga itu penting.
"Karena berdasarkan karakteristik dan jenis bencana, gempa ini masuk dalam jenis bencana sudden atau rapid onset yang terjadinya secara cepat dan tiba-tiba," ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Wahyu menjelaskan bahwa karakteristik gempa sebagai bencana sudden onset menjadikannya jauh lebih berbahaya dan destruktif dibandingkan bencana slow onset seperti banjir.
"Bencana sudden onset ini karena terjadi secara tiba-tiba dan cepat, maka dampaknya juga akan lebih signifikan," tegasnya.
Dampak yang signifikan ini bukan hanya berarti kerugian materi, namun yang paling krusial, ancaman serius terhadap nyawa manusia.
Peristiwa gempa bumi bermagnitudo 4,5 di Tanggamus pada Jumat (26/9/2025) malam lalu, yang terasa hingga ke Desa Sidodadi, Tugu Rejo, dan Karang Rejo di Kecamatan Semaka, seharusnya menjadi lonceng peringatan keras. Meski magnitudo tidak terlalu besar, kejadian ini kembali mengingatkan kita pada kerentanan Lampung.
"Mengenai peristiwa gempa Tanggamus yang baru terjadi tadi malam, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Ada tidaknya gempa susulan, kita tidak bisa memprediksi, tetapi paling tidak semua kabupaten yang berada di jalur Sesar Semangko harus tetap bersiap siaga," ujar Wahyu.
Penekanan khusus diberikan pada jalur Sesar Semangko, sebuah patahan aktif yang melintasi berbagai kabupaten di Lampung.
Baca Juga: UPDATE: 11 Rumah Rusak Akibat Gempa di Tanggamus
Daerah-daerah seperti Lampung Barat, yang secara historis pernah dihantam gempa Liwa pada tahun 1994, berada dalam risiko tinggi.
"Kami meminta kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat untuk ditingkatkan terutama di jalur Sesar Semangko, seperti di Kabupaten Lampung Barat," tambahnya.
BPBD mendesak masyarakat untuk lebih waspada terhadap jenis gempa yang dangkal dan kencang di sepanjang sesar ini.
Kesiapsiagaan dan kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk meminimalisasi dampak bencana. Tragedi masa lalu harus menjadi pelajaran berharga, bukan sekadar catatan sejarah.
Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan, khususnya di sepanjang Sesar Semangko, harus segera menyusun dan mengimplementasikan rencana kontingensi.
Pendidikan mitigasi bencana, simulasi evakuasi, serta pembangunan infrastruktur tahan gempa bukan hanya sekadar program, melainkan investasi vital untuk melindungi nyawa dan masa depan Lampung. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Payroll Lebih Cepat dan Tertib, Ini Solusi Digital dari QLola by BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha