SuaraLampung.id - Dinas Kehutanan (Dishut) Lampung mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan guna menghindari interaksi negatif dengan satwa liar.
Kepala Dishut Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah mengatakan pihaknya sedang mencari solusi terbaik untuk menghentikan konflik manusia vs satwa liar.
"Sebenarnya upaya paling efektif adalah para petani yang menggarap kawasan itu agar tidak melakukan aktivitas di dalam hutan terutama kalau sendirian," ujar Yanyan Ruchyansyah, Sabtu (16/8/2025).
Ia mengatakan hal itu untuk menghindari adanya korban akibat interaksi negatif antara satwa liar berupa harimau dengan manusia di dalam kawasan hutan konservasi.
"Lebih baik tidak beraktivitas di dalam kawasan sampai nanti kita lakukan aksi selanjutnya untuk menangani ini. Sebab kehidupan satwa liar dan manusia sama-sama penting untuk tetap dijaga," katanya.
Yanyan menjelaskan, untuk tindak lanjut permasalahan perambahan hutan konservasi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), saat ini berbagai pihak masih melakukan diskusi serta koordinasi lebih lanjut.
"Kami membutuhkan diskusi serta koordinasi lebih intens karena ini melibatkan berbagai sektor. Saat ini masih melakukan inventarisasi perambah di kawasan TNBBS," ucap dia.
Yanyan mengatakan, inventarisasi perambah tersebut dilakukan dengan membedakan antara perambah lokal dan luar daerah, kemudian ada pula klasifikasi khusus lainnya untuk memastikan langkah lebih lanjut dalam menangani para perambah hutan.
"Penanganan ataupun langkah selanjutnya ini memang perlu perencanaan secara detail dan berhati-hati. Sebab keberlangsungan hidup satwa liar yang populasinya semakin berkurang penting, dan di sisi lain kehidupan manusia juga penting sehingga akan dicari solusi yang tidak mengganggu kehidupan keduanya," tambahnya.
Baca Juga: Alasan Pemprov Lampung tak Gelar Upacara Bendera 17 Agustus di Kota Baru
Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, sepanjang 2024-2025 di TNBBS tercatat delapan insiden interaksi negatif antara harimau sumatera dengan masyarakat yang mengakibatkan tujuh korban jiwa.
Sementara di Kabupaten Lampung Timur pada Juni 2025 interaksi negatif satwa berupa sekelompok gajah memasuki area perkebunan di perbatasan Desa Braja Asri dan Braja Sakti, mengakibatkan kerugian materi yang besar.
Dan berdasarkan catatan sepuluh tahun terakhir, interaksi negatif manusia dengan gajah di Way Kambas rata-rata terjadi 185 kali per tahun di 13 desa terdampak, sedangkan di Bukit Barisan Selatan tercatat rata-rata 53 kejadian per tahun di 12 desa.
Untuk interaksi negatif manusia harimau, tercatat rata-rata 22 kejadian per tahun di 14 desa, dengan dampak kehilangan ternak sebanyak 192 ekor serta korban jiwa. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Alasan Pemprov Lampung tak Gelar Upacara Bendera 17 Agustus di Kota Baru
-
Mantan Bupati Lampung Timur Segera Disidang Korupsi Gerbang Rumah Jabatan
-
Sekolah Rakyat Lampung Selatan Jadi Harapan Anak Buruh: Riska Ingin Jadi Dosen
-
Solid: Tak Ada Guru Sekolah Rakyat di Lampung yang Mundur
-
Bhayangkara FC vs PSM, Polisi Imbau Penonton Naik Ojol ke Stadion Sumpah Pemuda
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
BRI Perkuat Struktur Pendanaan, Cost of Fund Turun dan Laba Bersih Tumbuh 13,7 Persen
-
3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi
-
Skenario Dibegal Berujung Bui: Suami di Bandar Lampung Jual Motor Diam-diam demi Bayar Utang
-
Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Tanggamus Viral, Ini Kata Kodam dan Kades
-
Horor di Surga Selancar: Turis Kanada Dilecehkan, Citra Wisata Pesisir Barat Dipertaruhkan