SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan semua guru, tenaga pendidik Sekolah Rakyat, tidak ada yang mengajukan pengunduran diri.
"Di provinsi Lampung, khususnya di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMRA) 32 Lampung Selatan, semua guru dan tenaga pendidik solid, tidak ada yang mengajukan pengunduran diri," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Aswarodi, Jumat (15/8/2025).
Ia mengatakan hal tersebut terwujud dari kehadiran 17 guru, tenaga pendidik, kepala sekolah, dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMRA 32 Lampung Selatan yang dimulai pada hari ini.
"Hari ini 75 siswa hadir semua, guru pun hadir, selain untuk melaksanakan MPLS, juga untuk mempersiapkan upacara bendera HUT ke-80 RI yang akan dilaksanakan di Sekolah Rakyat," katanya.
Aswarodi menjelaskan dalam pelaksanaan persiapan pembelajaran Sekolah Rakyat tidak ada kendala dan siswa serta guru telah siap dalam melaksanakan pembelajaran di tahun ajaran baru ini.
"Tidak ada kendala dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Karena ini Sekolah Rakyat rintisan, maka besar harapan Sekolah Rakyat permanen yang akan dibangun di Kota Baru dapat dilaksanakan juga pembangunannya tahun ini juga," ucapnya.
Sementara itu Koordinator Kesiswaan SRMA 32 Lampung Selatan sekaligus guru mata pelajaran Sosiologi M. Firda menambahkan semua guru dan tenaga pendidik bersemangat untuk mengajar para siswa.
"Saya sebelumnya sudah pernah mengajar di SMA Islam Terpadu di Bandar Lampung, tentunya proses mengajar ini bukan hal yang asing," ujar Firda.
Ia mengatakan dalam mengajar siswa Sekolah Rakyat tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok, sebab kurikulum Sekolah Rakyat yang mengharuskan asrama menggunakan kurikulum deep learning.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs PSM, Polisi Imbau Penonton Naik Ojol ke Stadion Sumpah Pemuda
"Karena masih rintisan, tentu semua harus bersinergi antar guru, siswa, dan pihak terkait lainnya. Meskipun sekolah sementara dengan fasilitas yang ada kita harus menggunakan semaksimal mungkin," ujar dia.
Firda mengatakan guru dan tenaga pendidik yang ada di Sekolah Rakyat akan terus berupaya semakin meningkatkan karakter serta prestasi akademik para siswa.
"Siswa-siswi kita ini sudah terbangun karakternya, hanya perlu dikuatkan kembali agar lebih disiplin. Sebab dari cara makan, merapikan tempat tidur, tata krama kepada orang yang lebih tua, semua sudah baik. Harapannya anak-anak ini bisa menjadi generasi yang berkualitas secara akademik serta etika," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bhayangkara FC vs PSM, Polisi Imbau Penonton Naik Ojol ke Stadion Sumpah Pemuda
-
Viral JPO Siger Milenial Retak? Wali Kota Bandar Lampung Angkat Bicara
-
Lampung Demam Bola! Tiket Ludes, Mirza Optimis Bhayangkara FC Libas PSM 2-0
-
Rp20 Miliar Tunggakan P2KM: Pemkot Bandar Lampung Janji Lunasi Hutang Kesehatan di 2 RSUD
-
Lampung Siap Sambut Program Makan Bergizi Gratis 2026: Target SPPG Rampung Akhir 2025
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah