Tasmalinda
Minggu, 22 Februari 2026 | 20:32 WIB
Bripda 19 Tahun meninggal usai telepon ibu saat sahur, 7 fakta dugaan dianiaya senior
Baca 10 detik
  • Bripda Dirja Pratama (19) yang baru setahun berdinas di Polres Pinrang meninggal mendadak setelah terakhir komunikasi dengan ibu saat sahur.
  • Keluarga menemukan adanya darah keluar dari mulut korban, sementara penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan resmi.
  • Propam Polda Sulsel turun tangan menyelidiki kasus ini; keluarga meminta proses pengusutan dilakukan secara transparan.

SuaraLampung.id - Percakapan itu terjadi menjelang Subuh. Bripda Dirja Pratama (19) masih sempat menelepon ibunya saat sahur. Tak ada keluhan, tak ada tanda-tanda sakit. Namun beberapa jam kemudian, keluarga menerima kabar duka: bintara muda tersebut meninggal dunia.

Informasi yang beredar menyebut adanya dugaan penganiayaan oleh senior. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan resmi.

Berikut tujuh fakta yang terungkap sejauh ini:

1. Masih 19 Tahun dan Baru Setahun Berdinas

Bripda Dirja merupakan lulusan pendidikan Bintara Polri tahun 2025. Ia baru sekitar satu tahun bertugas di Polres Pinrang, Polda Sulawesi Selatan.

Usianya yang masih sangat muda membuat kabar ini mengejutkan banyak pihak.

2. Sempat Telepon Ibu Saat Sahur

Menurut ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, Dirja masih sempat berkomunikasi dengan ibunya antara waktu sahur hingga menjelang salat Subuh.

“Subuh tadi masih sempat komunikasi dengan ibunya. Baik-baik saja, tidak pernah bilang sakit,” ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 22 Februari 2026, Catat Waktu Magrib dan Salat Isya Hari Ini

Percakapan itu menjadi komunikasi terakhir sebelum kabar duka datang.

3. Tidak Ada Keluhan Kesehatan

Keluarga mengaku tidak pernah menerima keluhan kesehatan apa pun dari korban sehari sebelumnya. Kondisinya disebut baik-baik saja.

Hal ini menambah tanda tanya atas penyebab kematian mendadak tersebut.

4. Ayah Melihat Darah Keluar dari Mulut

Ayah korban mengungkapkan bahwa dirinya mendapati darah keluar dari mulut anaknya.

“Ada darah keluar dari mulut,” katanya.

Kondisi serupa juga terlihat saat ibunya memeluk jenazah di RS Bhayangkara Makassar.

5. Dugaan Penganiayaan oleh Senior

Informasi awal yang beredar menyebutkan adanya dugaan penganiayaan oleh senior. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang memastikan dugaan tersebut.

Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

6. Propam Turun Tangan

Jenazah sempat dibawa ke RSUD Daya Makassar sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara terlihat hadir di rumah sakit. Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy juga tampak di lokasi, menandakan kasus ini mendapat perhatian serius.

7. Keluarga Minta Penyelidikan Transparan

Di tengah duka mendalam, keluarga berharap kasus ini diusut secara terbuka dan transparan.

Mereka menunggu hasil resmi pemeriksaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam hitungan jam setelah percakapan terakhir saat sahur.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Sulsel belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian tersebut.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Publik kini menanti kepastian hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya bintara muda tersebut.

Load More