SuaraLampung.id - Malam yang seharusnya tenang di Pekon Wonosari, Pringsewu, berubah menjadi arena pertarungan hidup dan mati. Sebuah agen BRILink menjadi sasaran perampokan nekat pada Minggu malam, 13 Juli 2025.
Namun, para pelaku tak menyangka, target mereka bukanlah wanita lemah. Seorang karyawati pemberani memilih untuk melawan.
Kurang dari sepekan, Polsek Gadingrejo berhasil menggulung komplotan ini. Di balik penangkapan cepat itu, terungkap serangkaian fakta yang dramatis dan mencekam.
1. Aksi Heroik Sang Karyawati
Korban, Nastiti Wening Sawendari, bukanlah sosok yang pasrah saat ditodong pisau. Ketika pelaku mencoba merampas uang dan ponselnya, ia refleks melawan. Perlawanan sengit ini membuat para perampok kalang kabut.
“Saya mulai curiga karena salah satu dari mereka masuk tiba-tiba sambil menodongkan pisau. Saya refleks mencoba melawan,” ungkap Nastiti.
Akibat keberaniannya, ia harus membayar mahal. Nastiti menderita luka sabetan di lengan dan jari, memar di kepala dan wajah, hingga kehilangan satu gigi akibat terjatuh saat berduel dengan perampok.
2. Otak Perampokan Ternyata Residivis Kambuhan
Polisi menangkap tiga tersangka yang terlibat dalam kasus ini. Mereka ialah Dimas Anjahnudin alias Nasip (37), warga Pekon Wonosari, Pringsewu; Wawan Setiawan alias Kitung (38), warga Desa Kuripan, Pesawaran, serta Ariesman (33), warga Kota Agung, Pesawaran, yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan
Baca Juga: Otak Korupsi Bank BUMN di Pringsewu Terungkap: Kuras Dana Nasabah Rp 17,9 Miliar dengan Akun Palsu
Salah satu dari dua eksekutor utama, Dimas Anjahnudin alias Nasip, ternyata bukanlah pemain baru di dunia kejahatan. Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menegaskan bahwa Dimas adalah seorang residivis.
Ia tercatat pernah terlibat dalam sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Statusnya sebagai penjahat kambuhan menjelaskan aksi nekat dan kekerasan yang ia lakukan.
3. Drama Penangkapan: Melawan, Kaki Pelaku Ditembak Polisi!
Pengejaran para pelaku berakhir dengan drama. Pengungkapan ini berawal dari penangkapan Ariesman pada 19 Juli 2025, yang saat itu kedapatan memiliki handphone milik korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengaku membeli ponsel tersebut dari Dimas Anjahnudin," ujar AKBP Yunnus dalam konferensi pers di Mapolsek Gadingrejo, Selasa (22/7/2025).
Dari informasi tersebut, tim kepolisian melakukan penelusuran dan menangkap Dimas di wilayah Pesawaran. Pemeriksaan terhadap Dimas kemudian mengarahkan polisi pada tersangka lain, Wawan Setiawan, yang juga diduga terlibat langsung dalam aksi perampokan.
Berita Terkait
-
Otak Korupsi Bank BUMN di Pringsewu Terungkap: Kuras Dana Nasabah Rp 17,9 Miliar dengan Akun Palsu
-
Romansa dan Narkoba: Akhir Tragis Pasangan Muda Pengedar Tembakau Sintetis di Pringsewu
-
Skandal Bank BUMN di Pringsewu: Rp17 Miliar Dana Nasabah Raib, Mobil & Aset Disita
-
Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Renang Pringsewu
-
Pengeroyokan Kepala Pekon Asal Tanggamus Terungkap, Polisi Tangkap 3 Pelaku
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sekolah Rakyat Lampung Siapkan Siswa Siap Kerja dan Kuliah
-
Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas