SuaraLampung.id - Gelaran Festival Krakatau ke 34 Lampung menampilkan 12 tupping tradisi Keratuan Darah Putih asal Kabupaten Lampung Selatan setelah 30 tahun.
Budayawan Lampung Selatan Ridwan mengatakan perwakilan kontingen Kabupaten Lampung Selatan membawakan tema Tupping wajah Keratuan Darah Putih Warisan Budaya melambangkan Keagungan, Kekuatan, Patriotisme, dan Spiritualitas.
"Kali ini kami membawa tupping tradisi 12 wajah milik prajurit Radin Inten II," ujar Ridwan di acara pembukaan Festival Krakatau 2025, Sabtu (5/7/2025).
Ia menjelaskan 12 tupping tradisi tersebut tempo dulu merupakan penutup wajah 12 prajurit rahasia Radin Inten II yang ditempatkan di 12 titik dari Selat Sunda hingga Tanjung Cina Kota Agung.
"Tupping tradisi ini tidak boleh sembarangan dipakai, hanya keluar 30 tahun sekali untuk acara Keratuan Darah Putih. Tapi hari ini kita keluarkan dengan izin Keratuan Darah Putih untuk memperkenalkan ke masyarakat. Bahkan yang memakai ini tidak sembarang orang melainkan harus keturunan Keratuan Darah Putih serta harus melewati ritual khusus," katanya.
Ridwan mengatakan kalau di zaman penjajahan Belanda tupping tersebut identik dengan perawakan menakutkan, namun saat ini menampilkan tupping yang berbeda yakni dengan sifat jenaka dan menghibur yang disebar luaskan serta dilestarikan untuk acara adat, budaya dan perkawinan di Lampung Selatan.
"Kalau 12 tupping wajah tradisi masih tetap dijaga dan keluar khusus saat acara adat saja, dan ini sudah masuk sebagai warisan tak benda di Lampung Selatan," ucap dia.
Menurut Ridwan, untuk menghormati 12 prajurit rahasia Radin Inten II yang berjuang pada masa penjajahan Belanda, masyarakat pun telah melestarikan tupping dalam bentuk tarian agar dapat digunakan secara luas dalam beragam kegiatan di luar kegiatan adat.
Diketahui 12 jenis tupping tersebut meliputi Tupping Ikhung Tebak bertugas di Gunung Rajabasa, Tupping Ikhung Cungak bertugas di Tanjung Tua, Tupping Luakh Takhing bertugas dari keratuan sampai matahari terbenam, Tupping Jangut Khawing bertugas di Way Sekampung, Tupping Banguk Khabit bertugas di Gunung Cukih Selat Sunda.
Baca Juga: Festival Krakatau 2025 Masuk Kalender Pariwisata Nasional! Apa yang Baru?
Kemudian Tupping Banguk Bekhak bertugas di Kekiling Gunung, Tupping Banguk Kicut bertugas di Gunung Karang, Tupping Mata Sipit bertugas di Batu Payung, Tupping Pudak Bebai bertugas di Tanjung Selaki.
Berikutnya, Tupping Mata Kedugok bertugas di anjak Kekhatuan Tugok Matakhani Minjak, Tupping Mata Kicong bertugas di Tugu Lima, dan Tupping Ikhung Pisek bertugas di Sumur Kucing. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Festival Krakatau 2025 Masuk Kalender Pariwisata Nasional! Apa yang Baru?
-
Sopir Travel Dibunuh karena Sakit Hati Ini Kronologi Lengkap Perampokan di Lampung Selatan
-
Lampung Prioritaskan Budaya Topeng di Balik Festival Krakatau 2025
-
Ayah Bayi yang Dibuang di Ponpes Babul Hikmah Ditangkap! Identitas Pelaku Terungkap
-
Lampung In: Aplikasi Andalan Lampung atau Sekadar Gimmick?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung