SuaraLampung.id - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menyatakan gelaran Krakatau Festival 2025 tetap mengusung budaya Sekura, Tuping dan Nyubuk atau penggunaan topeng oleh masyarakat adat Lampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan mengatakan beberapa tahun silam dalam penyelenggaraan Festival Krakatau ada beberapa menu utama salah satunya adalah pawai budaya dengan pakaian adat, tanpa topeng karena masih menampilkan pawai gajah.
"Namun saat ini ada aturan ketat terkait tersebut, sehingga tema berubah," ujar Bobby Irawan, Jumat (4/7/2025) dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan seiring dengan perkembangan zaman, serta semakin banyak kreasi dalam pelaksanaan pawai budaya di Festival Krakatau.
Sejak 2023, pemerintah daerah mengusung budaya topeng Sekura yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, Tuping 12 karakter dari Kabupaten Lampung Selatan dan Nyubuk Muli adat dari suku Lampung Pepadun dalam kegiatan pawai budaya Krakatau Festival.
"Jadi budaya penutup wajah di Lampung ini dipilih sebagai tema selama beberapa tahun ini, karena kami mendapat masukan dari banyak pihak seperti penutur budaya dan sejarah. Sebab budaya topeng Lampung ini merupakan budaya yang kuat karakternya, serta cukup unik untuk diperkenalkan secara luas," katanya.
Bobby menjelaskan budaya topeng masyarakat Lampung dinilai berkarakter dan mengakar, sebab budaya warisan masyarakat adat tempo dulu masih tetap digunakan oleh masyarakat Lampung saat ini.
"Seperti Sekura ini ada di abad ke delapan, dan hingga saat ini di Lampung Barat masih dilestarikan oleh masyarakat. Di Indonesia memang banyak penggunaan topeng, namun hanya sebatas kesenian," ucap dia.
Bobby mengharapkan dengan terus mengusung budaya penggunaan topeng masyarakat Lampung melalui budaya Sekura, Tuping, dan Nyubuk, maka budaya topeng dapat menjadi warisan budaya yang dikenal secara luas.
Baca Juga: Ayah Bayi yang Dibuang di Ponpes Babul Hikmah Ditangkap! Identitas Pelaku Terungkap
"Dalam penyelenggaraan Festival Krakatau di tahun mendatang diharapkan bisa meningkat tidak hanya dikenal secara nasional, tapi bisa mendunia dan budaya topeng ini bisa dikenal oleh secara global sebagai warisan budaya Lampung yang berkarakter serta lekat dengan sejarah masyarakat Lampung," tambahnya.
Diketahui rangkaian acara Festival Krakatau ke 34 di Lampung meliputi Festival Kanik'an, pameran pasar pariwisata dan produk UMKM ekonomi kreatif, lomba kreasi sambal Seruit Lampung, Lampung Mask Street Carnaval, Krakatau Run, dan malam pesona Kemilau K-Fest. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ayah Bayi yang Dibuang di Ponpes Babul Hikmah Ditangkap! Identitas Pelaku Terungkap
-
Lampung In: Aplikasi Andalan Lampung atau Sekadar Gimmick?
-
Bocah TK Tewas di Kolam Bekas Galian di Lampung Selatan
-
Progres Perbaikan Jalan di Kota Bandar Lampung, Sudah Sampai Mana?
-
Nilai Tes Siswa Lampung Miris! Ketua Komisi V DPRD Usul Evaluasi Pendidikan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Penyelundupan 670 Burung Liar Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni
-
35 Adegan Maut: Terungkap Detik-Detik Tragis Mantan TKW di Lampung Utara Dihabisi Tetangga
-
Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Gadis 14 Tahun di Lampung Tengah Ditemukan di Rumah Kontrakan
-
Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
-
Miliaran Rupiah KUR Justru Mengalir Deras ke Desa-Desa di Lampung