SuaraLampung.id - Tim SAR gabungan mengevakuasi mayat tanpa identitas di pesisir pantai Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (19/11/2024) siang.
Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Ariswandi membenarkan, adanya penemuan mayat di bibir pantai Desa Canti.
"Iya betul, tadi sekitar pukul 11.30 WIB, petugas gabungan bergerak cepat langsung mengevakuasi mayat anonim itu," kata dia.
Ariswandi mengatakan setelah dievakuasi jenazah tersebut di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurutnya, mayat tanpa identitas tersebut berjenis kelamin laki-laki dan pertama kali ditemukan oleh warga setempat.
Saat ditemukan, kata dia, posisi jasad berada di tepian pantai Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, dengan kondisi mengambang.
"Mayat itu pertama kali ditemukan mengambang oleh warga di pinggir pantai. Kemudian warga menghubungi kami, tim SAR dari BPBD, kemudian langsung bergerak cepat menuju lokasi dan mengevakuasi mayat tanpa identitas tersebut," ujar Ariswandi.
Sebelumnya warga Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan penemuan mayat di aliran Sungai Belerang, Senin (18/11/2024) pukul 16.10.
Korban diketahui bernama Afif Farozi (24), warga Desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Korban diketahui mengidap epilepsi sejak kecil.
Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalinsum Lampung Selatan, Damkar & Warga Berjibaku Evakuasi
Kapolsek Kalianda Itpu Suliyadi mengatakan, korban pergi dari rumah pamit ke keluarga hendak mandi di Sungai Belerang.
Seorang warga bernama Musa mengaku melihat korban mandi sebelum ditemukan mengambang sekitar 40 menit kemudian.
"Saat ditemukan, jenazah sudah mengambang di sungai. Warga lalu melaporkan kejadian ini ke Bhabinkamtibmas," ujar Suliyadi, Selasa (19/11/2024). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pohon Tumbang Tutup Jalinsum Lampung Selatan, Damkar & Warga Berjibaku Evakuasi
-
Pengidap Epilepsi Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Belerang Lampung Selatan
-
Endorse Judi Online, Pedagang Martabak di Lampung Selatan Raup Rp5 Juta
-
Lawan Inflasi! Pemprov Lampung Buka Toko Operasi Pasar di Natar
-
Pasar Natar Lampung Selatan Kini Ramah Disabilitas, Apa Saja Fasilitasnya?
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Memburu Nakhoda Kampus Hijau: Panitia Pilrek Unila Janjikan Netral
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
-
Misteri di Balik Gerbang Kafe Bunga Way Laga: Sudarto Ditemukan Mati dalam Kesunyian