SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggalakkan gerakan tanam cabai serentak sebagai salah satu solusi menjaga harga cabai tetap stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Bani Ispriyanto menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan rencana jangka panjang dan pendek untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai.
Ia mengatakan, untuk rencana jangka panjang dan menjadi solusi pengendalian inflasi yakni dengan melakukan gerakan tanam cabai secara serentak di beberapa daerah bekerja sama dengan kelompok tani, kelompok wanita tani, dan PKK.
"Jangka panjang ini kami dorong pekarangan di setiap rumah di tanami cabai. Sedangkan untuk jangka pendek karena harga sudah naik, akan berusaha mendatangkan stok tambahan dari daerah sentra seperti Jawa, kami sudah koordinasikan dengan distributor dan mereka menyanggupi," katanya.
Bani menjelaskan, cabai merupakan komoditas musiman, sehingga rawan mengalami pengurangan ketersediaan saat tidak mengalami musim panen sehingga membutuhkan perhatian khusus.
"Harga di Lampung diharapkan cepat terkendali. Untuk penggunaan screen house memang dapat menjadi salah satu solusi meningkatkan produksi cabai, akan tetapi luasan tanam cabai disini tidak terlalu luas sehingga petani untuk saat ini terus di edukasi agar lebih cermat dalam mengurus tanamannya agar meminimalisir gagal panen," tambahnya.
Diketahui dalam upaya membantu mengendalikan inflasi melalui gerakan tanam cabai serentak Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Lampung pun ikut serta mendukung dengan menyediakan benih cabai berstandar sebanyak 15.000 benih yang diberikan kepada petani, PKK, dan kelompok wanita tani (KWT).
Sedangkan sebaran pertanaman cabai di Provinsi Lampung yaitu ada di Kabupaten Pringsewu seluas 50 hektare di Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pesawaran 80 hektare di Kecamatan Tegineneng, dan Kecamatan Way Ratai dengan luas tanam 30 hektare.
Kemudian di Lampung Selatan di Kecamatan Ketapang dengan luas tanam 10 hektare untuk cabai merah dan 12 hektare cabai rawit, dan 5 hektare cabai merah.
Lalu di Kabupaten Lampung Barat di Kecamatan Balik Bukit, Way Tenong, dan Sukau seluas 10 hektare. Dan Kabupaten Lampung Tengah ada 40 hektare lahan pertanaman cabai rawit, dan 140 hektare lahan cabai merah. (ANTARA)
Baca Juga: Misterius! Pemuda di Lampung Timur Ditusuk Tamu Tak Dikenal, Saksi Kunci Ungkap Kronologinya
Berita Terkait
-
Misterius! Pemuda di Lampung Timur Ditusuk Tamu Tak Dikenal, Saksi Kunci Ungkap Kronologinya
-
Identitas Kerangka Manusia di Tol Gunung Sugih Terungkap, Diduga Korban Bunuh Diri
-
Tragedi Flyover Kalibalau: Polisi Periksa Pegawai Dinas PU Bandar Lampung Usai Pekerja Tewas
-
Pj Gubernur Lampung Instruksikan RSUD Siapkan Ruangan untuk Tampung Alkes Canggih dari Pusat
-
Dua Tersangka Korupsi Dinas Perkim Lampung Utara Segera Disidang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Evakuasi Dramatis Pemuda yang Memanjat Menara Telekomunikasi di Way Kandis
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Jejak Geng Kelelawar Ulu Belu: 30 Kali Bobol Toko Hingga Kotak Amal, 4 Tersangka Diringkus
-
Skandal Faktur Pajak Fiktif Berujung Bui di Lampung
-
Kepala Toko Ikan Asin di Lampung Tengah Gondol Rp176 Juta di Brangkas, Berakhir di Penjara