SuaraLampung.id - Sebanyak 3.600 orang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) seleksi mandiri Universitas Lampung (Unila).
UTBK Mandiri Unila berlangsung selama tiga hari mulai Senin-Rabu (8-10/7/2024), dimana ujian terbagi atas dua sesi, yakni pukul 07.45-10.35 WIB, dan sesi dua pada pukul 13.00-15.50 WIB
UTBK Mandiri merupakan salah satu program Seleksi Mandiri Unila (Simanila) tahun 2024, yang diseleksi berdasarkan nilai hasil UTBK yang diselenggarakan secara mandiri oleh Unila.
Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila, Muhamad Komarudin, S.T., M.T. mengatakan, terdapat 3.600 peserta seleksi mandiri di semua jalur.
Peserta UTBK Mandiri didukung dengan fasilitas berupa perangkat komputer yang terkoneksi jaringan, serta sistem keamanan yang baik, sehingga tidak bisa diintervensi pihak luar.
"Peserta juga diperiksa menggunakan metal detektor, sehingga menghasilkan sistem seleksi yang adil bagi semua peserta, serta sistem seleksi yang transparan," kata Komarudin dikutip dari Lampungpro--jaringan Suara.com.
Jumlah peserta UTBK Mandiri mengalami peningkatan dari tahun 2023, yang menandakan meningkatnya kepercayaan dan integritas Unila. Selain itu, terdapat sistem skoring yang sama seperti ujian nasional, sehingga tidak ada perbedaan signifikan.
Unila juga melibatkan pihak luar yang ahli di bidangnya untuk menguji soal ujian mandiri, sehingga dapat memenuhi standar dan kaidah soal ujian yang baik. Untuk menghadapi kecurangan, Unila menyiapkan tindakan tegas sesuai derajat kecurangan yang terjadi.
UTBK Mandiri Unila sesuai dengan prinsip profesional, akuntabel, transparan, dan informatif atau Proaktif, yang diharapkan dapat diimplementasikan di lapangan, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menghasilkan mahasiswa baru berkualitas.
Baca Juga: Dilaporkan ke Kejati Terkait Persekongkolan Proyek, Begini Klarifikasi Rektor Unila
Berita Terkait
-
Dilaporkan ke Kejati Terkait Persekongkolan Proyek, Begini Klarifikasi Rektor Unila
-
Mantan Rektor Unila Karomani Ajukan PK
-
Duh, Rektor Unila Dilaporkan ke Kejati Lampung, Diduga Lakukan Ini
-
Unik, 2 Pasutri Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unila
-
Once Mekel Bicara tentang Kebangsaan di Hadapan Mahasiswa Unila
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
WFH Jumat ASN Lampung: Absen Dikunci GPS Rumah, Melipir Sedikit Tukin Melayang
-
Jejak Emas 'Gelap' Way Kanan: Mengalir ke Tangerang dan Bekasi, Dicuci di Toko Perhiasan Mewah
-
Temuan Asam Sulfat hingga Armada Kapal, Mafia BBM di Pesawaran Rugikan Negara Ratusan Miliar
-
BRI Group Perkuat Ekosistem Ultra Mikro, Pegadaian Gandeng SMBC Perluas Akses Pendanaan Global
-
Dikira Korban Kecelakaan, Warga Baradatu Kaget Pria yang Ditolongnya Ternyata Pencuri Motor