SuaraLampung.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Provinsi Lampung menyatakan bahwa seluruh daerah pesisir masih berpotensi terdampak banjir rob.
Kepala BMKG Maritim Provinsi Lampung Tarjono mengatakan, meski memiliki potensi yang sama terdampak banjir rob, akan tetapi waktu kejadian serta tinggi kenaikan muka air laut atau air pasangnya berbeda-beda di setiap lokasi di daerah pesisir Lampung.
"Memang setiap daerah bisa berbeda-beda dan dari ketinggian air pun beragam. Tapi yang pasti masyarakat harus tetap mengantisipasi atas adanya dampak dari banjir rob tersebut," katanya.
Tarjono menjelaskan potensi banjir rob di daerah pesisir Lampung tersebut terjadi pada fase-fase bulan tertentu.
"Pada penanggalan Qomariyah potensi banjir pesisir bisa terjadi di bulan baru atau saat posisi bulan di antara bumi dan matahari. Kemudian di bulan purnama dan bulan gelap," ucap dia.
Menurut Tarjono, bila melihat lebih jauh adanya keterhubungan banjir rob yang bisa berdampak terhadap naiknya muka air laut serta menurunkan tanah di daerah pesisir, hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
"Untuk dampak seperti menaikkan muka air laut di daerah pesisir, dan turunnya tanah, tentu perlu adanya penelitian lebih lanjut dari berbagai pihak, yang pasti kewaspadaan tetap harus ada bila di fase bulan tertentu yang mengakibatkan banjir rob di pesisir," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
WFH Jumat ASN Lampung: Absen Dikunci GPS Rumah, Melipir Sedikit Tukin Melayang
-
Jejak Emas 'Gelap' Way Kanan: Mengalir ke Tangerang dan Bekasi, Dicuci di Toko Perhiasan Mewah
-
Temuan Asam Sulfat hingga Armada Kapal, Mafia BBM di Pesawaran Rugikan Negara Ratusan Miliar
-
BRI Group Perkuat Ekosistem Ultra Mikro, Pegadaian Gandeng SMBC Perluas Akses Pendanaan Global
-
Dikira Korban Kecelakaan, Warga Baradatu Kaget Pria yang Ditolongnya Ternyata Pencuri Motor