SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung memperlebar sungai di daerah Gang Sawo, Kecamatan Tanjung Karang Barat guna mencegah banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya sudah membeli tanah di Gang Sawo agar sungai bisa diperlebar.
Menurutnya, segala upaya dalam rangka pencegahan banjir sudah dilakukan oleh Pemkot Bandar Lampung, seperti program grebek sungai, bersih-bersih untuk sungai, meninggikan tanggul, semua sudah dilaksanakan.
Namun, lanjut dia, ini adalah musibah yang memang tidak bisa dihindari, sehingga dalam kondisi seperti ini, pertolongan pertama yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Sampai hari ini personel BPBD, Dinkes, Pol PP Damkar, masih terus membantu warga terdampak banjir pada Sabtu 24 Februari, dan kami akan terus memantaunya sampai mereka membaik," kata Eva.
Pada sisi lain, Eva juga meminta warga yang ingin membangun, rumah ataupun bangunan di Bandar Lampung memperhatikan drainase dan pembuangan airnya, sehingga luapan air bisa dihindari.
"Kemudian membuang sampah tidak sembarangan ke sungai," katanya.
Wali Kota pun mengatakan bahwa Pemkot Bandar Lampung telah menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk membantu perbaikan rumah warga yang terdampak banjir di lima kecamatan.
"Yang kami beri bantuan adalah warga yang rumahnya dimasuki air hingga sedalam lutut orang dewasa," katanya.
Baca Juga: Usai Banjir, Rumah Warga di Tanjung Senang Diserang Hama Ulat Bulu
Wali Kota Bandar Lampung itu mengatakan, besaran bantuan yang diberikan tersebut bervariasi tergantung dari tingkat kerusakan yang disebabkan oleh banjir.
"Kalau rusak parah, seperti ada yang jebol temboknya, itu kami berikan bantuan Rp20 juta, yang lainnya juga diberikan tapi bervariasi jumlahnya," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Usai Banjir, Rumah Warga di Tanjung Senang Diserang Hama Ulat Bulu
-
Tenteng Senjata Tajam, Dua Pelajar Diringkus Polisi di Pahoman Bandar Lampung
-
Pria Asal Bandar Lampung Ini Tewas di Tangan Teman Kencan Sesama Jenis
-
Tukang Rongsok Bunuh Teman Kerja di Bandar Lampung, Ini Penyebabnya
-
Pembelian Beras di Ritel Moderen Dibatasi, Pemkot Bandar Lampung Beber Alasannya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah