- Warga Desa Sukorahayu menghibahkan tanah pribadi seluas 20x600 meter tanpa ganti rugi pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Langkah ini dilakukan untuk membangun tanggul pembatas guna mengakhiri konflik panjang dengan kawanan gajah Sumatera.
- Pembangunan tanggul diharapkan mampu melindungi hasil pertanian warga sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang.
SuaraLampung.id - Selama puluhan tahun, warga Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, hidup dalam kecemasan yang berulang.
Di sela-sela hijaunya tanaman padi, bayang-bayang kawanan gajah Sumatera sering kali hadir sebagai ancaman yang mampu meluluhlantakkan mata pencaharian mereka hanya dalam semalam.
Kini, sebuah babak baru sedang ditulis. Alih-alih mengeluh, warga desa justru mengambil langkah progresif. Mereka menghibahkan tanah pribadi demi pembangunan tanggul pembatas, sebuah benteng pertahanan yang diharapkan bisa mengakhiri konflik panjang antara manusia dan sang raksasa hutan.
Kabar burung yang menyebutkan pembangunan tanggul menghambat akses petani ke sawah dibantah keras oleh Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi. Baginya, tanggul ini justru merupakan kunci keselamatan ekonomi warga.
"Kalau diberitakan akses warga terhambat, itu salah besar. Justru kami, desa dan petani, sudah sepakat bulat. Kami malah minta supaya pembangunannya segera jalan dan cepat selesai," tegas Afria, Jumat (21/8/2026).
Tak tanggung-tanggung, warga telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 20 meter x 600 meter untuk proyek ini. Menariknya, tak ada tuntutan ganti rugi.
Dukungan ini diwujudkan lewat kesediaan warga membuat surat pernyataan hibah agar proyek nasional ini tak terganjal masalah hukum di kemudian hari.
Membangun benteng di Sukorahayu bukan perkara mudah. Afria menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayah tersebut merupakan lahan gambut. Artinya, alat berat dan material tidak bisa langsung bekerja begitu saja.
"Tanahnya di sini sedikit gambut, jadi perlu ditimbun dan dikeraskan dulu. Tidak bisa langsung dibangun. Inilah mengapa kami ingin proses ini segera dimulai agar pengerjaannya bisa maksimal," tambahnya.
Baca Juga: Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
Salah satu warga yang merelakan tanahnya adalah Rahmad. Bagi Rahmad, kehilangan beberapa meter lahan jauh lebih ringan dibandingkan terus-menerus menanggung kerugian akibat serangan gajah yang tak terduga.
"Saya pribadi sudah hibahkan tanah tanpa menuntut ganti rugi atau kompensasi. Yang penting tanggulnya jadi dan konflik gajah ini selesai," ujar Rahmad.
Ia menceritakan betapa pedihnya melihat sawah yang siap panen hancur dalam sekejap saat gajah masuk ke pemukiman. Kini, saat musim tanam mulai tiba, doa para petani hanya satu: tanggul itu segera berdiri kokoh.
"Kalau tanggulnya selesai, petani bisa tidur lebih tenang. Kami ingin bekerja tanpa rasa was-was lagi," tutupnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM
-
Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus
-
Curiga Lampu Tak Mau Nyala, Pemilik Syok Dapati Kabel Rumah Kosongnya Ludes Digasak Maling
-
Selama Ini Petani Cuma Kebagian Ampas, Gubernur Lampung Rombak Rantai Pasok Kakao Rp150 T
-
Buntut Tolak Layani Pria Hidung Belang, Pemandu Lagu di Tubaba Diseret Paksa hingga Terluka