Wakos Reza Gautama
Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Beredar kabar mengenai seorang nenek di Desa Negeri Saka, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur yang meninggal saat penggerebekan oleh Polres Lampung Timur. [ISTIMEWA]
Baca 10 detik
  • Polisi menangkap terduga curanmor berinisial RP di Desa Negeri Saka, Lampung Timur, pada Rabu (19/8/2026).
  • Nenek tersangka bernama Sakdiyah meninggal dunia satu setengah jam setelah aparat kepolisian meninggalkan lokasi penggerebekan.
  • Keluarga menduga kematian korban diakibatkan guncangan psikis, sementara polisi menyatakan operasi berjalan kondusif tanpa tindakan represif.

SuaraLampung.id - Operasi penangkapan terduga pelaku curanmor di Desa Negeri Saka, Kecamatan Jabung, Lampung Timur (Lamtim), Rabu siang (19/8/2026) berakhir dengan duka yang menyulut ketegangan warga.

Di tengah keberhasilan polisi meringkus RP (22), kabar pilu menyusul. Sakdiyah, nenek dari sang tersangka, mengembuskan napas terakhirnya tak lama setelah polisi meninggalkan lokasi.

Kini, sebuah pertanyaan besar menggantung di benak warga, apakah penegakan hukum ini harus dibayar dengan nyawa seorang lansia?

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhamad Iksir, memberikan klarifikasi tegas guna meredam simpang siur informasi.

Menurut dia, operasi yang dilakukan tim gabungan Resmob, Intel, dan Polsek setempat pada pukul 13.00 WIB itu berjalan kondusif.

"Penggerebekan berjalan dengan lancar, aman, dan pelaku berhasil ditangkap," ujar Iptu Iksir, Kamis (20/8/2026).

Iksir menekankan bahwa tidak ada tindakan represif, apalagi letusan senjata api dalam proses tersebut. Menurut catatan kepolisian, Sakdiyah masih dalam kondisi hidup saat mereka membawa cucunya pergi. Kabar duka justru baru diterima polisi 1,5 jam setelah operasi berakhir.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, tim ditelepon warga bahwa nenek pelaku meninggal. Jadi, ini terjadi sesaat setelah tim pergi untuk pengembangan kasus, bukan saat penggerebekan," jelasnya.

Namun, di sudut Desa Negeri Saka, narasi yang beredar memiliki warna yang berbeda. Pihak keluarga dan kerabat almarhum mengaku mengalami guncangan psikis yang hebat.

Baca Juga: Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia

Mereka mengklaim aparat masuk secara paksa tanpa menunjukkan surat tugas resmi, sebuah tindakan yang diduga memicu guncangan jiwa bagi Sakdiyah hingga ia jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Sorotan tajam kini mengarah pada prosedur lapangan. Bagi warga, kematian Sakdiyah bukan sekadar masalah medis, melainkan dampak langsung dari ketegangan luar biasa yang terjadi di dalam rumahnya.

Sadar akan suasana yang memanas, pihak kepolisian segera mengambil langkah cooling system. Tim dari Polsek Jabung bersama perangkat desa menyambangi rumah duka untuk memberikan penjelasan langsung dan belasungkawa kepada ahli waris.

"Kami melaksanakan penggalangan kepada keluarga agar permasalahan tidak berkembang," tutup Iksir.

Load More