- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih sangat vital pada Jumat 14 Agustus 2026.
- Pemerintah Provinsi Lampung menerapkan spesifikasi konstruksi beton yang tangguh agar infrastruktur memiliki daya tahan jangka panjang.
- Pemerintah mengajak kolaborasi lintas sektor termasuk TNI dan masyarakat guna mendongkrak kesejahteraan warga Lampung Timur.
SuaraLampung.id - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menyebut urgensi pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, adalah untuk akses bagi masyarakat.
"Sepanjang apa pun jalan yang menghubungkan suatu wilayah, jika terdapat satu titik jembatan yang tidak dapat dilalui, maka akses tersebut putus. Jembatan ini lebih vital daripada jalan; ia adalah critical link," ujar Jihan, Jumat (14/8/2026).
Ia menyadari bahwa kekayaan sumber daya desa dan melimpahnya hasil pertanian warga akan menjadi sia-sia jika akses mobilitasnya tersumbat.
Namun, ia juga tak menampik bahwa membangun Lampung yang luas bukanlah perkara mudah di tengah keterbatasan anggaran dan kewenangan.
Karena itulah, pemerintah mengusung konsep pembangunan yang tidak lagi sekadar tambal sulam. Pemerintah Provinsi Lampung kini beralih ke spesifikasi yang lebih tangguh, termasuk penggunaan konstruksi beton agar infrastruktur memiliki daya tahan jangka panjang.
"Cita-citanya, ini tidak cepat rusak. Sehingga ketika masa kepemimpinan berganti, pemimpin berikutnya tinggal membereskan yang belum selesai, bukan sibuk membenahi yang sudah pernah dikerjakan karena rusak lagi," tambahnya.
Namun, Jihan menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Nama Garuda Merah Putih pada jembatan di Way Bungur seolah menjadi simbol bahwa pembangunan adalah kerja kolektif.
Ia mengajak kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI hingga swadaya masyarakat, untuk bahu-membahu menuntaskan persoalan infrastruktur secara bertahap.
Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol konektivitas yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat Lampung Timur.
Baca Juga: Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
Lewat jembatan ini, Jihan ingin memastikan bahwa tidak ada lagi desa yang merasa terisolasi, dan tidak ada lagi hasil bumi yang membusuk karena sulitnya akses transportasi.
"Mari kita terus bergandengan tangan. Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Nekat Kirim Video Syur ke Keluarga Mantan Pacar, Pemuda di Tubaba Diciduk Polisi
-
Diduga Microsleep hingga Bus Terbalik Tewaskan 3 Penumpang di Mesuji, Sopir Malah Kabur
-
Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar
-
Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan
-
Tukar Valas Makin Mudah, BRI Money Changer Hadir di Berbagai Titik Strategis