SuaraLampung.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes), Abdul Halim Iskandar, buka suara mengenai permasalahan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Lampung Timur.
Diketahui anggaran Bumdes di Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, sebesar Rp100 juta hilang dibawa kabur oknum pendamping desa pada 2019 lalu.
Tidak hanya itu, program Bumdes di Braja Indah pada tahun 2022 dimonopoli kepala desa setempat. Abdul Halim Iskandar mengtakan, penyelewengan anggaran di Bumdes harus ditindak secara hukum karena dana tersebut merupakan dana negara.
Hal itu ditegaskan Abdul Halim Iskandar saat diwawancarai Suara.com di pantai kerangmas Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (12/12/2023).
Sebelum 2021, Bumdes tidak jelas payung hukumnya sehingga pemerintah tidak bisa memberikan penanganan serius. Setelah lahirnya UU Ciptaker, Bumdes mulai berbadan hukum.
"Kenapa tidak bisa ditangani serius, karena kami pada waktu itu belum tau badan hukumnya seperti apa. Perseroan terbatas bukan, yayasan juga bukan padahal Bumdes lembaga publik," kata Mendes Abdul Halim Iskandar.
"Meskipun badan hukum Bumdes terbentuk 2021, kata Abdul Halim, hilangnya anggaran Bumdes sebelum 2021 tetap masuk dalam ranah hukum karena itu duit negara.
Bulan hanya persoalan uang Bumdes yang hilang, Mendes tersebut juga menyinggung agar program Bumdes benar-benar diketahui masyarakat transparan dan tidak ada monopoli pengelolaan oleh kepala desa.
"Masyarakat harus mengawasi harus kritis dan bisa melaporkan persoalan persoalan program desa terutama Dana Desa yang ada dugaan penyelewengan," kata Abdul Halim Iskandar.
Baca Juga: Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Kritik Kartu Nelayan Berjaya Milik Gubernur Lampung
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur Yudi Irawan tidak menceritakan kondisi Bumdes yang gagal di hadapan Abdul Halim.
"Pak Menteri, Bumdes di Kabupaten Kampung Timur sukses dan omzetnya bisa menembus milaran rupiah," kata Yudi Irawan.
Setelah mendengar penjelasan Mendes terkait persoalan Bumdes yang anggarannya hilang bisa masuk ranah pidana, Kepala Bidang Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas PMD Lampung Timur Heri Antoni mengaku akan melakukan pemanggilan kades yang bersangkutan.
"Segera kami klarifikasi Kades Braja Indah yang anggaran Bumdes pada 2019 lalu hilang, sekaligus menindak lanjuti terkait Bumdes program 2022," kata Heri.
Kontributor : Agus Susanto
Berita Terkait
-
Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Kritik Kartu Nelayan Berjaya Milik Gubernur Lampung
-
Tipu Warga Lampung Timur Modus Jual Beli Benih Jagung, Pria Ini Ditangkap Polisi
-
Terjebak Api di Bak Truk, Tukang Las di Batanghari Lampung Timur Tewas Terpanggang
-
Diusir dari Lahan Garapan, Petani Register 38 Gunung Balak Ngadu ke Kantor BPN Lampung
-
Warga Tujuh Desa di Lampung Timur Geruduk BPN Sukadana, Ada Apa?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Senjata Begal Macet Saat Tembak Pemilik Motor di Bengkel Sukabumi
-
Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak
-
Zaki Tak Ada Lagi di Dek Kapal: Pencarian 20 Mil Laut di Selat Sunda Masih Nihil
-
Hanya Tersisa Golok dan Motor: Aminudin Hilang di Balik Rimbun Eceng Gondok Way Rarem
-
Hantaman Maut Kapal Kargo di Perairan Kalianda: Tim SAR Sisir Laut Cari Nelayan yang Hilang