SuaraLampung.id - Provinsi Lampung merupakan salah satu lokasi yang dijadikan pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) Bakti Kominfo. Belakangan diketahui proyek pembangunan tower BTS 4G Kominfo itu bermasalah.
Lokasi tempat pembangunan tower BTS 4G Bakti Kominfo itu terletak di Desa Wayharu Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.
Pembangunan tower BTS 4G Bakti Kominfo di Desa Wayharu dimulai pada tahun 2022 dan baru diresmikan di tahun 2023.
Sejumlah warga Desa Wayharu menyebutkan jaringan internet 4G di daerahnya masih lemot atau lambat meski sudah dibangun tower BTS Bakti Kominfo.
"Untuk telepon susah, sinyal internet 4G lemot, kadang kita mengirim pesan sekarang, masuk baru 4 jam kemudian," kata Sutrisno, salah satu warga yang berada di dekat area tower BTS Desa Wayharu, Jumat (26/5/2023).
Ia mengatakan, sejak tower BTS Bakti Kominfo tersebut diresmikan pada awal tahun 2023, kendala jaringan yang lemot menjadi masalah utama bagi warga setempat.
"Kalau kekuatan sinyal penuh, tapi lemot atau susah untuk berkomunikasi. Kalau mau sedikit lancar, itu sekitar pukul 23.00 sampai 12.00 WIB, dan itu pun jarang juga," kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa (Pekon) Siring Gading, Rohman Pratin, menyebutkan desanya berdekatan langsung dengan tower BTS itu, dan banyak keluhan warga terkait dengan manfaat BTS baru itu untuk kelancaran berkomunikasi.
"Sekarang ini kan sejumlah warga sudah mulai melakukan aktivitas dengan online, seperti warga kita yang kuliah, atau siswa siswi kita yang sekolah, dan keluhan mereka tidak bisa menggunakan jaringan internet karena lemot," kata Rohman.
Baca Juga: Kakek 72 Tahun di Lampung Timur Diteror Puluhan OTK, Pagar Rumah Sepanjang 30 Meter Dirusak
Ia juga mengatakan, tower BTS itu sejak diresmikan pada tahun 2023, warga tetap sulit mengakses internet.
"Banyak yang mengeluh kepada kita. Ada juga yang bikin status di WA jaringan lemot, jaringan bobrok lah. Namanya kita kepala desa, kita selalu memberikan tanggapan seperti meminta mereka sabar karena daerah kita terisolir, kita harus berterima kasih dengan yang sudah ada," katanya.
Untuk pemeliharaan dan penjagaan tower BTS Bakti Kominfo yang baru tersebut, kata dia, sampai saat ini belum ada.
"Untuk masalah penjagaan dan perawatan oleh petugas sampai saat ini belum ada, namun dulu pernah satu kali ada pengecekan terhadap tower, namun itu satu kali," ujarnya.
Desa (Pekon) Wayharu adalah desa 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dan akses jalan menuju pekon tersebut sangat memprihatinkan.
Akses jalan menuju kampung itu melewati hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Proyek pengadaan BTS 4G yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan proyek pengadaan sinyal 4G untuk masyarakat di daerah 3 T (terdepan, terluar dan tertinggal). (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kakek 72 Tahun di Lampung Timur Diteror Puluhan OTK, Pagar Rumah Sepanjang 30 Meter Dirusak
-
Kejar Target 1,4 Miliar Pergerakan Wisatawan Melalui Gerakan BBWI dengan Optimalisasi Medsos
-
Derita 2 ART Disiksa Majikan di Bandar Lampung: Kerja Tidak Digaji, Dipukuli hingga Ditelanjangi
-
CEK FAKTA: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditangkap
-
Bawaslu Lampung Temukan Dua Bacaleg Berstatus ASN Aktif
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026
-
Amankan Dapur 2.180 Pegawai, Pemkot Bandar Lampung Kucurkan Rp8,6 Miliar Gaji PPPK Tiap Bulan
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Mimpi Cuan 7 Kali Lipat dari Dubai Berujung Apes, Uang Rp60 Juta Milik Warga Bandar Lampung Amblas
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan