SuaraLampung.id - Salah satu ritel ternama Center Point memutuskan menutup semua aktivitasnya di Mal Kartini Bandar Lampung setelah 13 tahun menempati lokasi tersebut.
General Affair Center Point Lampung Rudi Kalalo mengatakan, pihaknya menutup semua gerai di Mal Kartini mulai tanggal 26 Juli 2022.
Penutupan aktivitas Center Point di Mal Kartini menurut Rudi bukan dikarenakan bangkrut.
Penutupan dilakukan karena pihaknya akan berpindah lokasi dan tidak lagi menempati Mal Kartini.
"Jadi intinya kami pindah dari Mal Kartini. Namun, untuk lebih lengkapnya kita pindah ke lokasi mana, yang jelas masih di Kota Bandar Lampung," jelasnya dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.
Rudi juga menyampaikan, pihaknya berat untuk meninggalkan tempat ini, lantaran Center Point di Mal Kartini sudah melekat sedari awal pertama kali Center Point berdiri di Kota Tapis Berseri.
"Iya benar, kurang lebih 13 tahun kita disini, saya sendiri sangat suka tempat ini, karena masyarakat sudah tau kualitas kita. Tapi, kembali lagi kita kan enggak bisa menolak apa yang sudah ditentukan," tuturnya.
Disinggung apakah karyawan yang bekerja akan dinonaktifkan, Rudi menegaskan tidak ada karyawan yang akan dinonaktifkan.
"Intinya pindah, tidak ada perubahan, tidak ada pengurangan karyawan, pokoknya disini tidak ada satupun yang dinonaktifkan. Karena, konsepnya kita pindah jadi semuanya pasti ikut," ujarnya.
Baca Juga: Saluran Air Mampet Dikira karena Sampah, Ternyata Ada Ular Sanca
Sementara saat ditanya, dalam waktu berapa lama center point akan menempati tempat yang baru.
"Yang jelas enggak akan lama, ini kita lagi proses beres-beres. Nanti, kalau sudah selesai semua, dan lokasi yang baru sudah siap, pasti kita informasikan kepada masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan di media sosial bahwa Center Point tutup.
Kabar berhembus, bahwa Center Point bangkrut. Namun, dalam hal ini Rudi Kalalo membantah hal tersebut.
Rudi juga menegaskan, Center Point hanya akan berpindah lokasi.
"Nah, ini kabar yang harus diluruskan, kita pindah bukan bangkrut. Saya juga meminta maaf tidak memberikan informasi terkait penutupan ini, karena kita pikir nanti saja saat lokasi baru sudah siap, baru kita informasikan. Tapi, ternyata masyarakat sudah banyak yang bertanya. Jadi, kita pastikan kita bukan bangkrut, hanya akan pindah lokasi," tutupnya.
Berita Terkait
-
Saluran Air Mampet Dikira karena Sampah, Ternyata Ada Ular Sanca
-
Pemkot Bandar Lampung Minta Kebijakan Penghapusan Tenaga Honorer Ditinjau Kembali, Ini Alasannya
-
Hak Jawab Pemberitaan Oknum Honorer Disdik Digerebek Selingkuh dengan Pegawai PLN di Hotel Horison
-
Hati-hati Kejahatan Berkedok Lowongan Pekerjaan di Facebook, Warga Bandar Lampung Jadi Korbannya
-
Sudah Mendapat SK Pengangkatan, Guru PPPK di Bandar Lampung Belum Bisa Terima Gaji karena Ini
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Akses Menuju Surga Gigi Hiu Kini Dipoles Beton, Pemprov Lampung Kucurkan Rp25 Miliar
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Terbawa Arus Sejauh 34 Kilometer! Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa
-
WFH Jadi Lebih Nyaman! PLN Obral Diskon Tambah Daya 50 Persen, Cek Cara Dapatnya
-
Karyawan Leasing di Bandar Lampung Nekat Gadai Mobil Kantor Rp34 Juta Demi Bayar Utang