SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan surat keputusan pengangkatan guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak) tahun 2021.
Namun para guru PPPK di Bandar Lampung itu baru akan menerima gaji usai pengesahan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2022.
"Sebanyak 1.166 guru PPPK akan mendapatkan haknya pada November dan Desember usai kebutuhan gaji mereka dimasukkan dalam APBD-P," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung Sukarma Wijaya, Selasa (26/7/2022).
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan anggaran rumusan anggaran Tahun 2022 sudah ditetapkan pada Desember 2021 namun pemerintah daerah baru menerima berkas PPPK di Maret dan April 2022 sehingga kebutuhan gajinya tidak terkoper.
Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut juga telah sesuai dengan Peraturan BKN nomor 18 tahun 2020 tentang juknis pengadaan dan pengangkatan PPPK padal 30 huruf e.
Dalam peraturan itu dijelaskan, gaji dan atau tunjangan PPPK dibayar setelah yang bersangkutan dinyatakan melaksanakan tugas berdasarkan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT).
"Karena pemerintah ada tanggung jawab atas hak PPPK, maka pemkot bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah berbicara dan sepakat bahwa di APBD-P anggaran gaji mereka dimasukkan," kata dia.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Sidik Efendi mengatakan bahwa masalah PPPK ini menjadi permasalahan hampir di semua daerah sebab rekrutmen awal anggaran gaji mereka akan ditanggung Pemerintah Pusat.
Namun dalam perjalanannya anggaran gaji dilimpahkan ke daerah masing-masing.
Baca Juga: Barcelona Bersedia Pertahankan Frenkie de Jong, Syaratnya Potong Gaji
"Jadi masalahnya ketika kebutuhan gaji dilimpahkan ke anggaran daerah, sedangkan anggaran 2022 sudah ketok palu, sudah tidak ada lagi anggaran untuk gaji guru. Apalagi jumlah penerimaan PPPK guru di kota ini cukup banyak," kata dia.
Namun begitu, ia pun mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pemkot Bandar Lampung dan membicarakan permasalahan tersebut, tetapi kesanggupan Pemkot Bandar Lampung memang hanya membayar gaji PPPK dua bulan di Tahun 2022.
"Kami juga sudah berusaha agar gaji PPPK dibayarkan setelah mereka memerima SK tapi kesanggupannya hanya dua bulan. Oleh karenanya sekarang PPPK baru pegang SK nya saja tanpa disertai surat perintah melaksanakan tugas (SPMT)," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Barcelona Bersedia Pertahankan Frenkie de Jong, Syaratnya Potong Gaji
-
Curhat Perempuan Punya Pacar Pelit Padahal Gajinya Rp 30 Juta per Bulan
-
Kontainer Berisi Senjata Tentara Amerika Tanpa Manifes Disegel, Panglima TNI Andika Perkasa Beri Penjelasan Ini
-
Dinkes Bandar Lampung: Usai Kepulangan, Belum Ada Jemaah Haji Terinfeksi Covid-19
-
Kronologi Kontainer Senjata Tentara Amerika Disegel di Pelabuhan Panjang: Tidak Tercatat Manifes Kapal
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung