SuaraLampung.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah II mengungkapkan jika stok minyak goreng pada retail modern di Lampung kosong.
Hal ini hampir terjadi di seluruh pasar retail moder di Lampung berdaarkan pemantauan pada 23-27 Januari 2022. Kekosongan minyak goreng ini dinilai karena warga panic buying, atau kepanikan sehingga melakukan aksi tidak terkontrol.
Selain itu juga, Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan terdapat salah satu retail modern yang menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.
Melansir lampungpro.co-jaringan Suara.com, berdasarkan pantauan, retail modern tersebut menjual minyak goreng dengan harga Rp20.350 untuk kemasan 1 liter dan Rp42.000 untuk kemasan 2 liter.
"Berdasarkan keterangan yang didapat, minyak goreng yang dipajang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, padahal minyak goreng dengan merek yang sama dijual mengikuti HET pada retail modern lainnya," kata Wahyu Bekti, Jumat (28/1/2022)
Berdasarkan penelusuran ditemukan retail modern tersebut memiliki stok minyak goreng subsidi dengan jumlah 10 karton untuk kemasan 1 liter namun tidak dipajang, sehingga konsumen tidak mengetahui jika stok minyak goreng subsidi masih tersedia.
"KPPU meningkatkan status kajian terkait minyak goreng pada tahap penegakan hukum. Dengan adanya temuan ini, KPPU Kanwil II akan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait dan stakeholder lainnya, untuk mendalami apakah terdapat pelanggaran terhadap UU Nomor 5 Tahun 1999 atas temuan tersebut," kata Wahyu Bekti.
Berita Terkait
-
Zulkifli Hasan Ajak Membumikan Islam Tengah, Islam yang Mengayomi Banyak Pihak
-
Satu Pasien di Lampung Dinyatakan Probable Omicron, Diskes Minta Warga Jangan Panik
-
Ini 3 Pasar Tradisional di Bandar Lampung yang Jadi Prioritas Diperbaiki di Tahun 2022
-
Vaksinasi Booster di Lampung Sudah Dibuka untuk Masyarakat Umum
-
Ingin Kembalikan Kejayaan Tambak Udang Dipasena, Pemprov Lampung Ubah Status Lahan
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Gonta-ganti Pelat Nomor dan Barcode demi Kuras BBM Subsidi, 4 Pelansir Ditangkap Basah di SPBU Metro
-
Kabel Penerangan Tol Bakter Sepanjang 369 Meter Digasak, Polres Lampung Selatan Tangkap Pelaku
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perluas Akses Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM
-
Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta
-
24 Hari Membara, 30 Hektare Hutan Way Kambas Masih Mengepulkan Asap