Viral Tuduhan Pungli Rest Area Tol Lampung, Pertamina Patra Niaga Buka Suara

Pertamina Patra Niaga membantah tudingan pungli di SPBU COCO KM 163A Lampung

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:35 WIB
Viral Tuduhan Pungli Rest Area Tol Lampung, Pertamina Patra Niaga Buka Suara
Ilustrasi SPBU. Pertamina Patra Niaga membantah tudingan pungli di SPBU COCO KM 163A Lampung melalui hasil pemeriksaan rekaman CCTV. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pertamina Patra Niaga membantah tudingan pungli di SPBU COCO KM 163A Lampung melalui hasil pemeriksaan rekaman CCTV.
  • Pengemudi truk tambang melakukan intimidasi setelah petugas menolak mengisi BBM subsidi sesuai aturan Perpres Nomor 191 Tahun 2014.
  • Petugas memberikan BBM dalam jumlah terbatas agar truk segera bergeser dan tidak mengganggu kelancaran operasional di SPBU.

SuaraLampung.id - Jagat maya sempat dibuat riuh oleh sebuah unggahan yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) di SPBU COCO 21.341.20, Rest Area Tol Trans Sumatera KM 163A, Lampung.

Namun pemeriksaan mendalam justru mengungkap cerita yang bertolak belakang. Bukan pungli yang ditemukan, melainkan sebuah drama intimidasi di tengah teriknya jalur logistik Sumatera.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bergerak cepat merespons kabar miring tersebut. Mereka membedah rekaman CCTV dan menginterogasi petugas saat kejadian berlangsung.

Drama ini bermula ketika sebuah dump truck bermuatan material tambang merapat ke pompa Biosolar. Sesuai aturan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, kendaraan jenis ini adalah haram hukumnya menenggak BBM subsidi.

Baca Juga:Lidah Api Mengamuk di Tol Lampung: Detik-Detik Truk Towing dan Muatannya Hangus Terpanggang

"Petugas kami sudah menjalankan prosedur. Kendaraan tersebut memang tidak berhak menerima Biosolar subsidi," ungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto.

Namun, penolakan tersebut justru memicu babak baru. Alih-alih putar balik, si pengemudi justru mencoba melakukan diplomasi bawah meja dengan menawarkan sejumlah uang agar tankinya tetap diisi. Hasilnya? Petugas SPBU dan keamanan tetap bergeming. Rayuan maut itu mental.

Situasi mulai memanas ketika rayuan berubah menjadi tekanan. Berdasarkan rekaman CCTV, pengemudi yang tak puas itu mulai melakukan intimidasi.

Ia menolak meninggalkan area pengisian, sebuah tindakan yang jelas-jelas mengganggu urat nadi operasional SPBU dan kenyamanan pengendara lain.

Demi mengurai simpul kemacetan dan mempertimbangkan kondisi BBM truk yang hampir tandas, petugas akhirnya mengambil langkah darurat. Sejumlah kecil BBM diberikan, hanya cukup agar truk bisa bergeser dan tidak lagi menyumbat pelayanan.

Baca Juga:5 Fakta Kecelakaan Mobil Pemudik Asal Jakarta di Tol Lampung, Satu Penumpang Meninggal

Tudingan yang menyebut adanya uang pelicin sebesar Rp100.000 untuk pengisian senilai Rp1.000.000 pun dipatahkan oleh data digital.

"Hasil pemeriksaan kami membuktikan tidak ada praktik pungli. Informasi soal permintaan uang tambahan itu tidak benar," tegas Rusminto.

Fakta di lapangan mencatat transaksi yang terjadi sebenarnya adalah Rp540.396. Pengemudi membayar dengan uang tunai Rp600.000, dan operator memberikan kembalian tepat Rp60.000. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak