- Sebuah mobil towing bermuatan alat berat terbakar di Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
- Kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada bagian mesin Electronic Control Unit yang menyambar bahan bakar kendaraan tersebut.
- Petugas Damkar berhasil memadamkan api setelah dua jam penanganan dengan hasil nihil korban jiwa namun kerugian materiil besar.
SuaraLampung.id - Sabtu fajar (11/4/2026) yang biasanya tenang di ruas Tol Trans Sumatera (JTTS) mendadak berubah menjadi pemandangan yang mencekam.
Saat sebagian besar warga masih terlelap, "Si Jago Merah" justru sedang mengamuk di Kilometer 06, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.
Sebuah mobil towing yang tengah menggendong beban berupa alat berat, tak berdaya saat api mulai menjalar dan melahap setiap inci bagian kendaraan tersebut.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 05.35 WIB ini sempat mengejutkan para pengguna jalan tol yang melintas di pagi buta.
Baca Juga:Waspada Godzilla El Nino: Wagub Lampung Perintahkan Satgas Siaga Satu Hadapi Titik Api
Petaka di Desa Hatta ini diduga kuat bermula dari gangguan teknis yang fatal. Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengungkapkan bahwa korsleting listrik pada bagian Electronic Control Unit (ECU) mesin menjadi pemicu utama.
"Api muncul akibat korsleting pada bagian ECU, lalu dengan sangat cepat menyambar ke bagian bahan bakar solar. Hal itulah yang membuat truk derek beserta muatan alat berat di atasnya langsung terbakar hebat," ujar Rully, Sabtu siang.
Perpaduan antara arus pendek listrik dan bahan bakar yang melimpah menciptakan kombinasi mematikan. Dalam hitungan menit, kabin truk yang seharusnya menjadi ruang kendali berubah menjadi ruang pemanggangan yang membara.
Dua Jam Berjibaku Melawan Bara
Pihak Damkarmat Lampung Selatan bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 05.41 WIB. Satu unit armada pemadam dengan enam personel tangguh segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka tiba di KM 06 saat api sedang berada di puncak amukannya.
Perjuangan memadamkan raksasa besi yang terbakar bukanlah perkara mudah. Butuh waktu lebih dari dua jam bagi petugas untuk benar-benar menundukkan api dan memastikan tidak ada titik bara yang tersisa.
Baca Juga:Akal Bulus Sindikat Narkoba: Gunakan Ambulans untuk Selundupkan Sabu Rp22 Miliar di Bakauheni
"Kami tiba pukul 06.03 WIB dan baru benar-benar berhasil memadamkan api secara total pada pukul 08.10 WIB," tambah Rully.
Meskipun kobaran api begitu dahsyat hingga menghanguskan bodi truk dan muatan alat beratnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sopir dan awak kendaraan berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh bagian truk.
Namun, keselamatan nyawa tersebut harus dibayar mahal dengan kerugian materiil yang fantastis. Diperkirakan, total kerugian akibat hangusnya truk towing dan alat berat tersebut menembus angka Rp500 juta. (ANTARA)