- Pemprov Lampung meluncurkan Program Kelas Migran Vokasi untuk mengatasi tingginya angka pengangguran lulusan SMA di daerah tersebut.
- Pemerintah bekerja sama dengan mitra internasional guna mengirim tenaga kerja muda Lampung belajar dan bekerja di Korea Selatan.
- Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi global serta kualitas hidup peserta melalui peluang karier profesional dan perlindungan hukum resmi.
SuaraLampung.id - Setiap tahun, Provinsi Lampung melahirkan sekitar 120 ribu lulusan SMA sederajat. Namun, kenyataannya pahit. Hanya sekitar 45 ribu yang mampu melanjutkan ke bangku kuliah. Sisanya? Ribuan anak muda ini terjebak dalam ketidakpastian sektor informal atau pengangguran.
Melihat celah ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah berani. Bukan sekadar mencari kerja di dalam negeri, Pemprov kini membidik Korea Selatan sebagai gerbang baru bagi masa depan generasi muda Bumi Ruwa Jurai melalui Program Kelas Migran Vokasi.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa Lampung tidak boleh hanya menjadi penonton di pasar kerja global. Setelah menjajaki Jepang, kini giliran Korea Selatan yang menjadi fokus utama kolaborasi.
"Harapan kami bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara lainnya. Kami siapkan skema agar peserta bisa memilih negara tujuan mereka," ujar Jihan di Bandar Lampung, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga:Sinyal Positif Pariwisata Lampung: Lebih dari 113 Ribu Tamu Serbu Hotel Sepanjang Mei
Langkah ini bukan tanpa alasan. Saat ini, Korea Selatan tengah menghadapi krisis populasi produktif. Melalui kebijakan Study Korea 300K, Negeri Ginseng tersebut membuka pintu lebar-lebar bagi 300 ribu mahasiswa internasional untuk belajar sekaligus bekerja secara legal. Inilah yang ditangkap oleh Pemprov Lampung melalui kemitraan dengan Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.
Program ini menawarkan paket lengkap yang menggiurkan berupa pendidikan bertaraf internasional, sertifikasi kompetensi global, hingga peluang mendapatkan Visa Kerja Profesional (E-7).
"Yang kita siapkan adalah sumber daya manusia yang kompetitif. Mereka tidak hanya belajar bahasa, tapi juga keterampilan kerja yang dibutuhkan industri di sana," tambah Jihan.
Bagi peserta, ini adalah tiket mengubah nasib. Mereka diberikan akses untuk menempuh pendidikan tinggi di Korea sambil membiayai hidup melalui kerja paruh waktu yang legal. Setelah lulus, jalan menuju karier profesional di perusahaan-perusahaan besar Korea pun terbuka lebar.
Lebih dari sekadar menekan angka pengangguran, Jihan berharap program Kelas Migran Vokasi ini menjadi mesin penggerak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung. Targetnya menciptakan tenaga kerja migran yang bermartabat, profesional, dan terlindungi secara hukum.
Baca Juga:Eksponen 98 Lampung Tegaskan Reformasi Belum Selesai, Siap Kawal Program Strategis Presiden Prabowo
"Kami menyambut peluang ini dengan tangan terbuka. Ini adalah solusi nyata untuk menciptakan SDM Lampung yang tidak hanya jago di kandang, tapi juga bersinar di kancah global," pungkasnya. (ANTARA)