- Dua ekor bayi harimau sumatra lahir di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung, pada tanggal 14 Februari lalu.
- Bayi kembar tersebut lahir dari pasangan induk penyintas jerat pemburu yang mengalami cacat fisik permanen.
- Keberhasilan pembiakan ex-situ ini merupakan hasil program nasional untuk menjaga kelestarian genetik spesies yang terancam punah.
Manajemen LK Lembah Hijau menyadari betul bahwa kelahiran bayi kembar ini adalah hasil keringat darah dari kolaborasi kolektif.
Mulai dari tim penyelamat di tengah hutan, dokter hewan bedah, tenaga paramedis, hingga dukungan total dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan BKSDA Bengkulu-Lampung.
Kini, demi menjaga kesehatan dan mental keluarga kecil harimau tersebut, pihak Lembah Hijau telah menyiapkan fasilitas kandang isolasi super khusus.
Kandang tersebut didesain sedemikian rupa dengan ornamen alam buatan agar suasananya menyerupai vegetasi habitat hutan Sumatra aslinya, mendukung tumbuh kembang insting liar sang bayi secara optimal.
Baca Juga:Nyanyian Wanita Bongkar Skandal Besar 1.300 Pil Ekstasi di Bandar Lampung
Irwan berharap, kehadiran bayi kembar dari induk yang diamputasi ini bisa menjadi "tamparan keras" sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat luas, tentang betapa kejam dan merusaknya praktik pemasangan jerat di dalam hutan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan penuh dari negara (Kementerian Kehutanan). Lembah Hijau akan terus berdiri di garda terdepan, berkomitmen menjaga cadangan genetik harimau sumatra demi memastikan auman mereka tak pernah punah dari bumi pertiwi,” pungkasnya. (ANTARA)