- Pemprov Lampung merencanakan pembangunan jalur ganda dan jalur pintas kereta api sepanjang 37 kilometer di Bandar Lampung.
- Proyek strategis ini bertujuan memisahkan jalur logistik batu bara dari pemukiman warga demi mengurai kemacetan kota.
- Pembangunan jalur khusus tersebut akan meningkatkan efisiensi waktu transportasi, menjamin keselamatan, serta memperlancar mobilitas kereta penumpang publik.
SuaraLampung.id - Bagi warga Bandar Lampung, pemandangan "Sang Naga Hitam", kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang), yang membelah jantung kota adalah rutinitas yang menjemukan.
Sirine perlintasan yang berbunyi lama, antrean kendaraan yang mengular, hingga polusi debu menjadi harga yang harus dibayar demi kelancaran logistik nasional.
Namun, wajah transportasi di Bumi Ruwa Jurai ini sedang bersiap melakukan revolusi besar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kini tengah merajut mimpi besar.
Pemprov hendak memisahkan jalur logistik dari denyut nadi pemukiman warga melalui pembangunan jalur kereta api ganda (double track) dan jalan pintas (shortcut) yang visioner.
Baca Juga:Jejak Licin Spesialis 15 TKP: Sempat Lolos dari Kepungan Warga, Pelarian MS Berakhir di Tangerang
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, mengakui bahwa sistem transportasi publik saat ini sudah memasuki fase oversaturated atau jenuh.
Masyarakat merindukan moda transportasi yang tak hanya murah, tapi juga nyaman dan mampu mengangkut massa dalam jumlah besar.
"Saat ini kita sedang mendesain ulang. Kita butuh membangun backbone (tulang punggung), feeder, hingga sub-feeder agar transportasi publik benar-benar terintegrasi," ujar Mulyadi di Bandar Lampung, Selasa (28/4/2026).
Langkah konkretnya? Pemprov tengah berdiskusi intensif dengan PT KAI dan Balai Kereta Api untuk merealisasikan dua megaproyek rel yakni jalur ganda dan shortcut.
Salah satu rencana yang paling dinanti adalah pembangunan shortcut atau jalur pintas sepanjang 37 kilometer yang membentang dari Rejosari, Tegineneng di Lampung Selatan, langsung menuju Tarahan, Bandar Lampung.
Baca Juga:4 Motor Baru Lenyap di Diler Honda Tanjung Bintang, Polisi Buru Pelaku Lewat Jejak Digital
Proyek ini bukan sekadar soal memangkas jarak. Jalur pintas ini dirancang sebagai "jalan tol" khusus bagi kereta batubara agar tidak perlu lagi melintasi kawasan padat penduduk di tengah Kota Bandar Lampung.
Efeknya luar biasa. Rute logistik menjadi lebih pendek, efisiensi waktu meningkat, dan yang paling penting, kemacetan di perlintasan sebidang di dalam kota bisa ditekan drastis.
Tak hanya shortcut, jalur ganda (double track) juga akan dikebut untuk rute Giham-Martapura hingga Sukamenanti-Kotabumi. Rencana ini bertujuan untuk memisahkan "jalur kerja" antara kereta penumpang dan kereta logistik.
Dengan jalur yang terpisah, jadwal kereta penumpang tidak lagi harus "mengalah" atau terhambat oleh lalu lintas logistik yang padat.
"Ini juga soal keselamatan. Dengan adanya shortcut dan double track, kita bisa mengurangi jumlah persimpangan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan," tambah Mulyadi.
Ambisi Pemprov Lampung tak berhenti di rel kereta. Dalam waktu dekat, armada taksi listrik akan segera dioperasikan sebagai bagian dari komitmen penyediaan transportasi ramah lingkungan.