- Satreskrim Polresta Bandar Lampung meringkus tiga pelaku pencurian rumah kosong berinisial H, R, dan penadah AE pada Kamis.
- Komplotan ini beraksi dengan mengetuk pintu rumah untuk memastikan keadaan kosong sebelum membobol dan menguras harta benda korban.
- Para tersangka telah beroperasi di tiga wilayah berbeda dan menyebabkan kerugian material mencapai Rp 80 juta bagi warga.
SuaraLampung.id - Bagi sebagian orang, ketukan pintu adalah tanda kedatangan tamu atau kerabat. Namun, di tangan komplotan H (42) dan R (28), ketukan pintu adalah sebuah "ritual maut" untuk memastikan apakah sebuah rumah layak menjadi sasaran jarahan atau tidak.
Pelarian dua spesialis rumah kosong ini akhirnya terhenti di tangan Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Keduanya diringkus dalam sebuah penyergapan senyap di dua lokasi berbeda pada Kamis dini hari (23/4/2026).
Tak hanya para eksekutor, polisi juga mengamankan AE (54), pria yang diduga kuat berperan sebagai penadah hasil curian mereka.
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti yang menjadi saksi bisu kejahatan mereka sebuah linggis besi, obeng, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta satu unit sepeda motor yang menjadi "kuda pacu" mereka saat mengintai mangsa.
Baca Juga:Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
Komplotan ini bukanlah amatir. Mereka bergerak dengan pola hunting atau berburu, menyisir sudut-sudut kota untuk mencari rumah yang nampak tak berpenghuni di lingkungan yang sunyi.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, membeberkan cara kerja dingin para pelaku.
"Metodenya sederhana namun sangat terencana. Mereka akan mengetok pintu depan rumah sasaran berkali-kali. Jika tidak ada sahutan atau tanda-tanda penghuni, saat itulah mereka beraksi menjebol pertahanan rumah," ungkapnya.
Ketukan yang tak terjawab itu menjadi sinyal bagi mereka untuk masuk dan menguras harta benda di dalamnya secepat kilat.
Aksi nekat komplotan ini terendus setelah polisi menerima laporan dari seorang warga berinisial VL di kawasan Sukabumi. VL harus menelan pil pahit saat mendapati rumahnya telah acak-acakan dan kehilangan aset senilai Rp 80 juta.
Baca Juga:Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas
Berdasarkan pemeriksaan intensif, komplotan ini diketahui telah menebar teror di tiga wilayah berbeda, yakni Kemiling, Kota Metro, hingga Telukbetung.
Meski H, R, dan sang penadah AE kini sudah mendekam di balik jeruji besi, kerja polisi belum usai. Masih ada dua anggota komplotan lainnya yang kini berstatus buron dan sedang dalam pengejaran intensif tim Satreskrim.