- Polres Pringsewu berhasil membongkar sindikat pencurian kabel listrik yang meresahkan warga dengan menangkap enam pelaku hingga 22 April 2026.
- Aksi pencurian kabel di lima titik vital Pringsewu tersebut mengakibatkan pemadaman listrik berkepanjangan dan kerugian materiil bagi masyarakat.
- Keberhasilan aparat menangkap seluruh anggota komplotan mendapatkan apresiasi luas karena memulihkan kembali kepercayaan publik serta mengamankan aset negara.
SuaraLampung.id - Bagi sebagian orang, mati lampu mungkin hanya soal kegelapan sesaat. Namun bagi Hendri Anaf, pemadaman listrik akibat ulah pencuri kabel adalah sebuah tragedi kecil yang memilukan.
Koleksi ikan hias kesayangannya yang dipelihara bertahun-tahun mati mendadak karena aerator yang berhenti berdetak.
"Bukan cuma listrik padam, ikan hias saya ikut mati. Saya sangat mengapresiasi keberhasilan polisi, dan berharap pelaku dihukum setimpal," keluh Hendri pada Jumat (24/4/2026).
Keluhan Hendri adalah satu dari ribuan keresahan warga Pringsewu yang selama ini menjadi korban "vampir listrik", komplotan spesialis pencuri kabel PLN.
Baca Juga:Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas
Namun, kegelisahan itu akhirnya terjawab. Gelombang apresiasi kini mengalir deras ke Mapolres Pringsewu setelah aparat berhasil membongkar sindikat lintas wilayah tersebut.
Keberhasilan ini bermula dari penangkapan AI (41), warga Teluk Betung Selatan yang merupakan bagian dari komplotan maut ini. AI tak berkutik saat polisi meringkusnya di sebuah kafe pada Rabu malam (22/4/2026).
Penangkapan AI menjadi potongan puzzle terakhir. Lima rekannya telah lebih dulu diciduk di wilayah Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Di Pringsewu sendiri, jejak kejahatan mereka tersebar di lima titik vital, mulai dari gardu STM YPT, jalur dua Pekon Bulukarto, hingga area dekat Puskesmas Gadingrejo.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, membeberkan betapa nekatnya komplotan ini. Mereka tidak hanya bergerak di bawah naungan kegelapan malam, tetapi juga berani memanjat gardu di siang bolong.
Baca Juga:Sisi Gelap Penjaga Kafe di Bandar Lampung: Nyabu Dulu Sebelum Maling Kabel PLN di Siang Bolong
Bahkan, salah satu aksi mereka sempat terekam kamera warga dan viral, memicu amarah netizen sebelum akhirnya berakhir di jeruji besi.
Dampak dari tertangkapnya geng ini tak hanya dirasakan oleh pemilik ikan hias seperti Hendri atau warga seperti Nanang yang jengah dengan pemadaman berjam-jam. Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Pringsewu, Joni Sopuan, turut angkat bicara.
Mewakili warga Pringombo dan Pringsewu Timur, Joni menilai pengungkapan ini adalah kemenangan bagi masyarakat dan negara. Kabel yang dicuri bukan sekadar logam, melainkan aset negara yang vital bagi denyut nadi ekonomi warga.
“Terima kasih atas upaya dan kerja keras polisi. Pengungkapan ini tidak hanya menjawab keresahan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tegas Joni Sopuan.