- Unit Reskrim Polsek Tanjung Bintang menangkap lima pelaku pencurian kabel tembaga PLN di Lampung Selatan pada Rabu, 22 April 2026.
- Komplotan ini telah beraksi di puluhan gardu lintas kabupaten yang mengakibatkan kematian seorang pasien rumah sakit akibat pemadaman listrik.
- Polisi menyita barang bukti berupa kabel, alat potong, kendaraan, serta narkotika yang diduga didanai dari hasil penjualan barang curian tersebut.
SuaraLampung.id - Bagi warga Desa Sinar Ogan, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, pemadaman listrik pada Rabu (22/4/2026) dini hari mungkin dianggap sebagai gangguan teknis biasa.
Namun, di balik gelapnya malam, tersimpan sebuah aksi kriminalitas yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga pernah memakan korban jiwa.
Unit Reskrim Polsek Tanjung Bintang akhirnya berhasil mengakhiri petualangan lima pria spesialis pencuri kabel tembaga milik PLN.
Kelimanya, JH (42), FWB (31), SY (31), MS (29), dan RK (29), diringkus setelah sempat terlibat aksi kejar-kejaran dramatis yang berakhir di Desa Jatibaru.
Baca Juga:Ditangkap di Rajabasa, Jejak Kelam Pencuri Motor yang Tukar Hasil Kejahatan dengan Sabu
Komplotan ini bukanlah amatir. Mereka bekerja dengan presisi yang mengerikan. Dalam setiap aksinya, mereka hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk memanjat, mematikan aliran listrik, memotong kabel tembaga, dan menghilang di kegelapan malam.
"Mereka mengintai dan berkeliling. Begitu menemukan titik yang aman, mereka beraksi secepat kilat. Hanya tiga menit," ungkap Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Noviarif Kurniawan.
Setelah penyelidikan mendalam, polisi mengungkap fakta yang menggetarkan. Kelompok ini adalah predator infrastruktur lintas kabupaten.
Mereka tercatat telah membobol puluhan gardu. Rinciannya 16 kali di Pringsewu, 10 kali di Lampung Selatan, 7 kali di Lampung Tengah, serta beberapa lokasi di Bandar Lampung dan Pesawaran.
Namun, rekam jejak paling kelam terjadi saat mereka memutus kabel listrik di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung.
Baca Juga:Adu Cerdik di Gerbang Bakauheni: Bongkar Taktik Pintu Sabu 36 Kg yang Gagal Diselundupkan
Tindakan gegabah demi beberapa kilo tembaga itu mengakibatkan aliran listrik medis terganggu, yang berujung pada meninggalnya seorang pasien. Sebuah nyawa melayang hanya demi keuntungan sesaat para pelaku.
Meski para pelaku berdalih melakukan aksi tersebut karena desakan ekonomi, polisi menemukan kenyataan lain. Saat penangkapan, petugas menyita barang bukti berupa satu gram sabu dan sejumlah pil ekstasi (inex) dari tangan mereka.
Hal ini memicu dugaan kuat bahwa hasil pencurian tersebut juga digunakan untuk mendanai gaya hidup hitam dan penyalahgunaan narkotika.
"Kami masih mendalami keterkaitan temuan narkoba ini dengan aksi kejahatan mereka. Termasuk mengejar pengepul atau penadah yang menampung barang curian ini," tegas AKP Noviarif.
Kini, komplotan tersebut hanya bisa tertunduk lesu di balik jeruji besi. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari 12 potong kabel tembaga besar, alat pemotong kabel, hingga dua unit mobil (Daihatsu Sigra dan Toyota Avanza) yang digunakan untuk beroperasi.