Tak Semua Lebaran Penuh Tawa, Ini Cerita Mereka yang Rayakan Idulfitri Tanpa Orang Tua

Fenomena "Lebaran yatim" dialami mereka yang merayakan Idulfitri tanpa kehadiran orang tua, memicu kesedihan mendalam pasca kehilangan.

Tasmalinda
Minggu, 22 Maret 2026 | 18:14 WIB
Tak Semua Lebaran Penuh Tawa, Ini Cerita Mereka yang Rayakan Idulfitri Tanpa Orang Tua
ilustrasi lebaran tanpa orang tua
Baca 10 detik
  • Fenomena "Lebaran yatim" dialami mereka yang merayakan Idulfitri tanpa kehadiran orang tua, memicu kesedihan mendalam pasca kehilangan.
  • Momen Lebaran menjadi pemicu emosional kuat atau *grief trigger* bagi yang kehilangan orang tua, meski tradisi tetap dijaga.
  • Meski sedih, individu berusaha melanjutkan tradisi seperti memasak atau berziarah sebagai bentuk mengenang dan menerima perubahan kondisi.

SuaraLampung.id - Pagi kemarin, Lebaran biasanya dimulai dengan satu hal yang sama yakni suara takbir, meja makan yang penuh, dan pelukan hangat dari orang tua. Namun bagi sebagian orang, momen itu tak lagi utuh.

Di tengah riuhnya perayaan Idulfitri, ada yang merayakan dalam diam, yakni tanpa ayah, tanpa ibu. Fenomena ini kerap disebut sebagai “Lebaran yatim”, sebuah realita yang jarang disorot, tapi dirasakan banyak orang.

Bagi Rina (29), seorang karyawan swasta di Bandar Lampung, Lebaran tak lagi sama sejak ibunya meninggal tiga tahun lalu. “Dulu yang paling saya tunggu itu masakan ibu. Sekarang masih masak menu yang sama, tapi rasanya beda. Sepi,” ujarnya saat ditemui, Minggu (22/3/2026).

Ia mengaku tetap berusaha menjalani tradisi Lebaran seperti biasa. Namun ada satu momen yang paling berat: pagi hari setelah salat Id. “Biasanya langsung sungkeman. Sekarang, ya cuma doa di makam,” katanya pelan.

Baca Juga:Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat

Cerita serupa juga dirasakan Andi (34), perantau asal Lubuklinggau yang kini bekerja di Lampung. Tahun ini, ia memilih tidak pulang. Namun alasannya bukan sekadar pekerjaan.

“Orang tua sudah nggak ada dua-duanya. Jadi sebenarnya pulang pun rasanya beda,” ungkapnya.

Menurut Andi, Lebaran justru menjadi momen paling emosional dalam setahun.

“Kalau hari biasa masih bisa sibuk, lupa. Tapi pas Lebaran, semua kenangan itu datang lagi,” katanya.

Psikolog menjelaskan bahwa perasaan sedih saat Lebaran tanpa orang tua adalah hal yang sangat wajar. Lebaran itu momen emosional yang sangat kuat. Ada memori, ada kebiasaan, ada figur yang biasanya hadir. Ketika itu hilang, rasa kosongnya akan terasa lebih dalam.

Baca Juga:Cari Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Bandar Lampung? Ini Daftar Lengkap per Wilayah

Kondisi ini sering disebut sebagai grief trigger, yaitu momen tertentu yang memicu kembali rasa kehilangan.

Meski kehilangan, banyak yang tetap berusaha menjaga tradisi.

Rina, misalnya, tetap memasak opor ayam resep ibunya setiap Lebaran. Ia juga selalu menyempatkan diri berziarah sebelum berkumpul dengan keluarga lainnya.

“Biar gimana pun, saya nggak mau Lebaran hilang. Cuma bentuknya saja yang berubah,” katanya.

Hal serupa disampaikan Andi. Ia memilih tetap melakukan video call dengan saudara-saudaranya, meski suasananya tidak lagi sama. “Setidaknya masih ada yang bisa disambung,” ujarnya.

Fenomena “Lebaran tanpa orang tua” sebenarnya dialami banyak orang, hanya saja tidak selalu terlihat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak