- Bunga tunggal dihitung hanya dari modal awal tanpa mempertimbangkan bunga sebelumnya dalam perhitungan periode berikutnya.
- Rumus bunga tunggal adalah B = Modal $\times$ Suku Bunga $\times$ Waktu; sering digunakan dalam soal matematika.
- Kesalahan umum meliputi mencampur bunga tunggal dan majemuk serta keliru dalam menentukan satuan waktu perhitungan bunga.
SuaraLampung.id - Soal bunga tabungan bank sering muncul dalam pelajaran matematika, tetapi masih banyak yang keliru menghitungnya. Kesalahan paling umum adalah mencampur bunga tunggal dengan bunga majemuk, padahal keduanya memiliki cara hitung yang berbeda.
Agar tidak salah lagi, berikut panduan cara menghitung bunga tunggal dalam soal tabungan bank, lengkap dengan rumus sederhana dan contoh yang mudah dipahami.
Apa Itu Bunga Tunggal?
Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung hanya dari modal awal, tanpa menambahkan bunga sebelumnya ke dalam perhitungan berikutnya.
Baca Juga:Niat Cari Kerja di Lampung, Pria Asal Sumsel Malah Bobol Rumah dan Gondol Motor
Bunga tunggal biasanya digunakan dalam:
- Soal matematika sekolah
- Simulasi tabungan sederhana
- Pinjaman jangka pendek tertentu
Rumus dasar bunga tunggal adalah:
Bunga (B) = Modal (M) × Suku Bunga (p) × Waktu (t)
Keterangan:
M = modal awal
p = suku bunga per periode (dalam persen)
t = waktu (bulan atau tahun)
Baca Juga:Buron Pengeroyok Hingga Tewas di Acara Organ Tunggal di Metro Tertangkap di Sumsel
Jumlah tabungan akhir:
Tabungan Akhir = Modal + Bunga
Contoh Soal Bunga Tunggal Tabungan Bank
Contoh 1
Ani menabung Rp1.000.000 di bank dengan bunga tunggal 6 persen per tahun selama 2 tahun.
Berapa bunga yang diperoleh Ani?
Penyelesaian:
B = 1.000.000 × 6/100 × 2
B = Rp120.000
Tabungan akhir:
= 1.000.000 + 120.000
= Rp1.120.000
Contoh 2
Budi menabung Rp500.000 dengan bunga tunggal 1 persen per bulan selama 10 bulan.
Berapa total tabungan Budi?