Inflasi Tinggi, Tiga Kabupaten di Lampung Kena Semprot Pj Gubernur

pemerintah kabupaten dengan kenaikan indeks perkembangan harga tinggi, juga harus membuat langkah konkrit

Wakos Reza Gautama
Kamis, 10 Oktober 2024 | 17:36 WIB
Inflasi Tinggi, Tiga Kabupaten di Lampung Kena Semprot Pj Gubernur
Pj Gubernur Lampung Samsudin memimpin high level meeting tim pengendalian inflasi daerah Provinsi Lampung, Kamis (10/10/2024). [ANTARA]

SuaraLampung.id - Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin menegur tiga pemerintah kabupaten yang daerahnya mengalami kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) tinggi pada pekan pertama Oktober 2024.

Tiga pemerintah kabupaten itu yakni Kabupaten Pringsewu, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan. Samsudin meminta tiga pemkab tersebut lebih aktif memantau komoditas dengan andil terbesar dalam kenaikan IPH tersebut.

Komoditas penyumbang andil terbesar di 10 wilayah indeks perkembangan harga tertinggi ini adalah daging, daging ayam ras, dan bawang merah.

"Saya minta kepada pemerintah kabupaten yang memiliki indeks perkembangan harga tinggi bisa lebih proaktif mengawasi komoditas tersebut," ujar Samsudin dalam high level meeting tim pengendalian inflasi daerah Provinsi Lampung, Kamis (10/10/2024).

Baca Juga:Beruang Menggali Sampah di Lampung Barat, Petugas Lacak Pergerakan Lewat Kamera Jebak

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten dengan kenaikan indeks perkembangan harga tinggi, juga harus membuat langkah konkrit dalam upaya pengendalian inflasi daerah berbasis pemantauan langsung di lapangan, serta harus memperhatikan hasil indeks perkembangan harga setiap pekan.

Kabupaten dan kota di Provinsi Lampung yang mengalami kenaikan indeks perkembangan harga pada pekan pertama Oktober di Pulau Sumatera ada Kabupaten Pringsewu pada urutan pertama.

Kenaikan IPH Pringsewu sebesar 1,75 persen, dengan komoditi penyumbang andil terbesar adalah daging sapi sebesar 1,04 persen, daging ayam ras 0,44 persen, dan cabai rawit 0,24 persen.

Kabupaten Tulang Bawang Barat ada di urutan ketiga dengan kenaikan indeks perkembangan harga 1,18 persen. Komoditi andil terbesar adalah daging sapi sebesar 0,88 persen, daging ayam ras 0,33 persen, dan minyak goreng 0,24 persen.

Kemudian Kabupaten Way Kanan dengan perubahan indeks perkembangan harga 1,13 persen, dan komoditas yang memberikan andil terbesar adalah beras sebesar 1,46 persen, bawang merah 0,37 persen, serta jeruk 0,12 persen.

Baca Juga:Macet Parah! Lampu Merah akan Kembali Diaktifkan di Simpang MBK Bandar Lampung

Menurut Samsudin, perhatian khusus akan diberikan kepada Kabupaten Lampung Timur dan Mesuji sebagai daerah perhitungan inflasi yang sebelumnya selalu mengalami inflasi tertinggi kini mengalami deflasi.

"Pada September Kabupaten Lampung Timur berdasarkan perhitungan bulan per bulan mengalami deflasi sebesar 0,15 persen, sedangkan Kabupaten Mesuji deflasinya mencapai 0,42 persen ini akan jadi perhatian kita bersama, jangan sampai deflasi berkepanjangan karena berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi daerah," ucap dia. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak