Jaga Inflasi, Pemprov Lampung Pantau IPH Selama Ramadan

Indeks Perkembangan Harga Lampung tidak terlalu tinggi, bahkan masuk 10 terendah.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 14 Maret 2024 | 12:30 WIB
Jaga Inflasi, Pemprov Lampung Pantau IPH Selama Ramadan
Ilustrasi Pemprov Lampung pantau indeks perkembangan harga selama ramadan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraLampung.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memantau Indeks Perkembangan Harga (IPH) selama Ramadhan untuk menjaga tingkat inflasi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, Indeks Perkembangan Harga Lampung tidak terlalu tinggi, bahkan masuk 10 terendah.

"Nilai Indeks Perkembangan Harga Lampung itu 1,7 persen, masih stabil," ujar Fahrizal Darminto, Kamis (14/3/2024).

Ia mengatakan melalui Indeks Perkembangan Harga, pihaknya dapat mengukur perubahan harga dari 20 komoditas pangan yang memiliki kontribusi besar dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) dan bisa membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan perekonomian.

Baca Juga:Jalur Pariwisata, Dishub Lampung Usul Pengaktifan Rute Rajabasa-Padang Cermin

"Kalau permintaan meningkat dan pasokan tetap pasti ada kenaikan harga sesuai hukum ekonomi. Jadi kami harus terus melakukan pemantauan indeks perkembangan terutama saat Ramadhan, agar tetap menjaga tingkat inflasi," katanya lagi.

Fahrizal menjelaskan setiap Ramadhan dan menjelang Idul Fitri akan ada peningkatan permintaan pangan di tengah masyarakat, sehingga pemerintah harus menjaga ketersediaan pasokan pangan serta menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

"Intinya kami harus selalu memantau Indeks Perkembangan Harga, sebab setiap tahun menjelang Idul Fitri atau pada masa puasa pasti ada peningkatan permintaan di masyarakat terutama bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, cabai, dan bawang ini pasti," ujar dia.

Menurut Fahrizal, berdasarkan neraca perdagangan yang dihitung oleh Dinas Ketahanan Pangan setempat, ketersediaan pangan berdasarkan produksi komoditas dan kebutuhan masih mampu memenuhi konsumsi masyarakat Lampung.

"Lampung masih aman tapi harus tetap waspada, dan selain itu harus diawasi juga jangan sampai ada aliran gabah keluar daerah. Sebab kalau ada gabah keluar neraca perdagangan akan tidak seimbang. Dan inflasi Lampung kemarin masih terjaga di angka 3,28 persen, dengan komoditas penyumbang inflasi beras, cabai, bawang ini yang harus di jaga juga jangan sampai meningkat," katanya.

Baca Juga:Sungguh Tega, Pria Ini Tinggalkan Teman Wanitanya yang Sekarat Usai Kecelakaan hingga Akhirnya Meninggal

Fahrizal melanjutkan dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Bulog dalam menyediakan beras yang merupakan komoditas penyumbang inflasi bagi konsumsi masyarakat.

"Bulog sudah bekerja melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), nanti pemerintah daerah membantu dengan melakukan operasi pasar sesuai dengan kondisi dan perkembangan harga agar tidak terlalu tinggi. Dan dana dekonsentrasi pun ada sehingga harapannya semua bisa stabil serta tersedia," ujar Fahrizal. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini