SuaraLampung.id - Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Unila yang berlokasi di Jalan Nusantara V, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, dirusak sesama kader, Kamis (8/9/2022).
Tidak hanya Sekretariat HMI Komisariat Hukum Unila yang dirusak, Komisariat HMI Ekonomi Unila di Gang Mata Intan PU, Kota Bandar Lampung, juga dirusak.
Pengurus HMI Komisariat Hukum Unila menjelaskan kronologis peristiwa perusakan itu dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.
Peristiwa ini bermula ketika terjadi kericuhan di acara Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Kota Bandar Lampung, Rabu (7/9/2022).
Baca Juga:Buntut Kericuhan Konfercab HMI Cabang Bandar Lampung, 4 Kader Komisariat Teknik Unila Dikeroyok
Di Konfercab, Komisariat Syariah mengambil konsideran sidang, tata tertib sidang, surat mandat sidang beserta absensi sidang dengan tujuan menghambat persidangan.
Konsideran dilempar keluar forum lalu dibawa lari kader syariah. Pimpinan sidang menskors sidang sampai pukul 20.00. Setelah itu peserta forum bubar dan turun.
Pimpinan sidang tiga bertanya ke teman-teman syariah Teknik dan sospol untuk segera mengembalikan berkas yang diambil mereka.
Bukannya memberikan berkas tapi malah pimpinan sidang diributkan bahkan memancing keributan untuk meluas. Tidak merespons hal tersebut, peserta Konfercab bubar ke Komisariat masing-masing dan beberapa ada yang pulang ke posko.
Ketika sedang di posko, Nopriyan selaku alumni HMI Komisariat Hukum Unila mendapat info bahwa komisariat Hukum Unila diserang dengan teman-teman Komisariat Teknik.
Baca Juga:Temukan Benda Terlarang saat Razia, Rutan Bandar Lampung Jatuhkan Sanksi ke Puluhan Warga Binaan
Kader yang berada di Komisariat Hukum tertekan dan menghubungi kader-kadernya sehingga beberapa kader hadir ke Komisariat Hukum dan terjadilah bentrok sebagai bentuk pembelaan diri.
Bahkan saat Sekretaris Umum HMI KHU meminta untuk damai tidak diindahkan dan itulah salah satu faktor kenapa kader HMI KHU tersulut emosinya.
Kehadiran Nopriyan di lokasi untuk melerai dan agar tidak terjadi keributan dan hal-hal yang tidak dinginkan.
Setelah terjadi bentrokan tersebut seluruh kader diminta untuk meninggalkan Komisariat HMI KHU sebagai langkah agar konflik tidak berlanjut.
Akan tetapi setelah komisariat dikosongkan kader-kader komisariat teknik melakukan pengrusakan terhadap lamban juang HMI KHU yang mana ini merupakan tempat Kaderisasi HMI KHU dan Tempat Berproses Kader di HMI KHU.
Setelah kejadian di komisariat hukum, mendapat kabar bahwa masa yang melakukan pengrusakan Komisariat Hukum Unila ingin menyerang posko yang berada di Gang Mata Intan PU.