Saat menitipkan korban, pelaku mengatakan bahwa korban merupakan masih keponakannya.
"Jadi pelaku menitipkan korban di rumah rekannya, dan membohongi rekannya bahwa anak itu masih keponakannya agar tidak curiga," papar Zaky.
Setelah menitipkan korban, pelaku pulang ke rumah dengan tujuan mengatur siasat yang sudah direncanakan, dengan tujuan agar mendapat uang imbalan.
Namun akal licik pelaku terendus polisi setelah orang tua korban melapor ke polisi.
"Siang itu ibu korban bernama Silvi, panik karena anak nya tidak ada di sekolahan, lalu bu Silvi melapor ke Polsek Pasir Sakti," ujar Kapolres.
Kasus ini terbongkar setelah korban tidak berhenti menangis di rumah teman Suyanto. Karena curiga, rekan Suyanto menanyakan alamat AM.
Setelah tahu alamat AM, rekan Suyanto mengantarkan korban ke rumahnya. Dari sini lah akhirnya akal bulus dukun Suyanto terbongkar.
Kontributor : Agus Susanto
Baca Juga:Ustaz Faizar sebut Kelakuan Habib Jindan dan Pengacara Dukun se-Indonesia Memalukan Umat Islam