facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Luapan Bendungan Way Curup Bikin Ratusan Hektar Sawah Tak Bisa Digarap, Petani Srimenanti Kebingungan

Tasmalinda Minggu, 26 Juni 2022 | 13:13 WIB

Luapan Bendungan Way Curup Bikin Ratusan Hektar Sawah Tak Bisa Digarap, Petani Srimenanti Kebingungan
Petani Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur [Suara.com/Agus Susanto]

"Karena mau musim kemarau atau musim hujan, tetap saja kami tidak bisa bercocok tanam sementara sumber penghasilan kami bercocok tanam," terang Surip

SuaraLampung.id - Puluhan petani Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, berkumpul di pinggir sawah mereka. Para petani kebingungan dan prihati atas kondisi seratusan hektare sawah yang sudah bertahun tahun tidak produktif.

Padahal sebelumnya, lahan sawah tersebut subur sehingga produktif menghasilkan padi. "Dulu sawah kami tidak seperti ini, kondisinya dulu bisa kami tanami selama satu tahun bisa dua kali tanam, sekarang sama sekali tidak bisa kami tanami,"Ucap Surip sambil menunjuk hamparan sawah yang tergenang air akibat luapan sungai Way Curup. Minggu (26/6/2022).

Sawah yang berada di Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono telah tumbuhi tanaman semacam eceng godok.

Puluhan petani yang sawahnya rusak akibat luapan air sungai Way Curup sengaja berkumpul di tepi sawah untuk membicarakan progres ke depannya, namun mereka (petani) mengaku tidak menemui titik solusi karena harus mengadu kepada siapa.

Baca Juga: 9 Mantan Jamaah Khilafatul Muslimin di Lampung Tengah Kembali ke Ideologi Pancasila

"Sebenarnya kami sudah pernah menemui pihak UPTD Pengairan Way Curup tapi tidak temu solusi, kami bingung mau kemana lagi, sampai sekarang hanya bisa mengeluh karena sawah sawah kami tidak bisa ditanam".Kata Surip yang di Amini puluhan petani lainnya.

Menurut Surip dan rekannya, persoalan tersebut muncul stelah pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sekampung Mesuji (BBWS-MS) membangun bendungan terlalu tinggi, sehingga air tidak landai turun ke hilir melainkan tertampung dan meluap pada seratusan hektare sawah.

Puluhan petani yang sawahnya terdampak berharap dengan pemerintah jika memang akan di jadikan waduk penampung air agar sawah sawah mereka di beli, atau pihak balai memulihkan kembali bendungan seperti semula agar sawah mereka tidak tenggelam.

"Karena mau musim kemarau atau musim hujan, tetap saja kami tidak bisa bercocok tanam sementara sumber penghasilan kami bercocok tanam," terang Surip.

Bahkan terdengar teriakan dari sejumlah petani yang berkumpul saat itu, dengan mengucapkan kata kalau tahun ini tidak temu solusi mereka akan merusak paksa bendungan agar air bisa mengalir dengan lancar dan tidak menenggelamkan sawah sawah mereka.

Baca Juga: Lampung Kenalkan Layanan SAKE, Pelaporan Kewarganegaraan dan Keimigrasian

"Kami tunggu tahun ini, kalau pemerintah tetap diam, kami akan rusak paksa bendungan di dam Way Curup itu," teriak salah seorang bertopi caping.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait