Mustafa juga membantah ingin menjatuhkan Azis Syamsuddin dengan sengaja menyebut nama Azis ke wartawan.
Mustafa bahkan menyebut sempat membuat surat perjanjian dengan Azis terkait dukungan Azis untuk memberikan rekomendasi kepada istri Mustafa yaitu Nessy Kalviya untuk maju sebagai calon bupati Lampung Tengah. Bila Nessy berhasil menjadi bupati, Mustafa berjanji istrinya juga akan ikut membantu Azis untuk kembali terpilih sebagai anggota DPR RI.
"Kebetulan istri saya disuruh maju masyarakat, dan beliau selaku Pengurus DPP Golkar dan Wakil Ketua DPR, kami bincang-bincang seandainya istri saya bupati, dia berharap istri saya bantu dia jadi anggota DPR RI, jadi itu tertuang dalam surat perjanjian dan dia bertanggung jawab akan berikan rekomendasi ke partai Golkar," jelas Mustafa.
Perjanjian tersebut tertuang dalam surat yang disebut Mustafa juga ditandatangani Azis Syamsuddin.
Baca Juga:Bantah Orang Dekat Azis Syamsuddin, Aliza Gunado MInta Ganti Ongkos ke Persidangan
"Ada surat perjanjian ditanda tangan," ungkap Mustafa.
Namun atas keterangan Mustafa tersebut, Azis kembali membantahnya.
"Bersedia tidak sumpah muhabalah bersama saya? Saksi sampaikan di Sukamiskin bicarakan RUU KUHP? Saya luruskan RUU KUHP belum ada pembahasan sampai hari ini. Saya Wakil Ketua DPR Bidang Korpukam tidak ada pembicaraan RUU KUHP," kata Azis.
"Saat itu masih rencana," jawab Mustafa.
"RUU KUHP tidak ada dalam prolegnas," sergah Azis.
Baca Juga:Diminta Fee DAK Lampung Tengah Rp 2,1 Miliar, Mustafa Marah
"Tidak ada dalam prolegnas tapi waktu itu sudah dibicarakan," jawab Mustafa lagi.