alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

21 Daerah di Indonesia Alami Kenaikan Kasus COVID-19, Masyarakat Diminta Waspada

Wakos Reza Gautama Sabtu, 04 Desember 2021 | 12:24 WIB

21 Daerah di Indonesia Alami Kenaikan Kasus COVID-19, Masyarakat Diminta Waspada
Ilustrasi Covid-19. Kasus COVID-19 di 21 daerah di Indonesia mengalami peningkatan. [Elements Envato]

Pemerintah meminta masyarakat waspada seiring adanya kenaikan kasus COVID-19 di 21 daerah di Indonesia

SuaraLampung.id - Beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus COVID-19 di 21 daerah di Indonesia. Beberapa daerah mengalami kenaikan kasus karena terjadinya klaster. 

Pemerintah meminta masyarakat waspada seiring adanya kenaikan kasus COVID-19 di 21 daerah di Indonesia. Pemerintah juga menggalakkan program vaksinasi COVID-19. 

Beberapa daerah yang mengalami kenaikan kasus belakangan ini, antara lain Teluk Wondama di Papua Barat, Pekan Baru, Bengkalis, Bontang, Yogyakarta, Gunungkidul, Dumai, Bantul, Nagekeo di NTT, Cimahi, Kupang, Surakarta, Denpasar, Sumba Tengah, Jembrana, Manggarai, Sleman, Mojokerto, Majalengka, Karanganyar, dan Trenggalek.

Dari 21 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus, tiga daerah mengalami kenaikan akibat klaster komunitas, yakni Kota Dumai, Riau (klaster pondok pesantren), Kota Kupang, NTT (pembelajaran tatap muka dan tes suspek), Kota Surakarta, Jateng (karena pembelajaran tatap muka).

Baca Juga: Vaksin Merah Putih Bisa Digunakan untuk Penyuntikan Dosis Ketiga? BRIN Angkat Bicara

"Meskipun tren penularan ada di level satu atau terus membaik, peningkatan kasus COVID-19 masih terdeteksi di beberapa kabupaten/kota. Artinya, virus ini masih ada di sekitar kita," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Jumat (3/12/2021) dikutip dari ANTARA.

Menkominfo mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kenaikan kasus COVID-19. Selain itu, dia menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang berkomitmen untuk terus mengejar target vaksinasi agar tercapai pada akhir tahun.

"Kita ketahui, klaster-klaster baru muncul dari penularan di perkantoran, pasar, sekolah, dan lapas. Karena itu, pemerintah terus mengawasi perkembangan kasus harian, melacak kontak erat juga diikuti tes untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia," jelas Johnny.

Menkominfo menegaskan, pemerintah akan terus memantau situasi dan menerapkan berbagai kebijakan yang sesuai dengan tingkat situasi di daerah. Implementasi kebijakan tersebut mencakup upaya mendorong pemerintah daerah memastikan masyarakat terus disiplin protokol kesehatan dan menahan mobilitas selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Selain itu, kesiapsiagaan juga dilakukan di sisi hilir penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, salah satunya dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif mencukupi, termasuk ketersediaan obat-obatan, ventilator, dan tabung oksigen.

Baca Juga: Lansia Pasti Bakal Dapat Vaksin Booster? Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

"Belajar dari situasi sebelumnya saat terjadi lonjakan kasus, kami mendorong kesiapan fasyankes, juga akses obat dan peralatan kesehatan terjaga bagi masyarakat," kata Menkominfo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait