Mengapa Para Ilmuwan Khawatir Munculnya Varian Baru COVID-19 di Afsel?

Sementara para ilmuwan berupaya memastikan apakah mutasi virus itu resisten terhadap vaksin.

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 27 November 2021 | 08:04 WIB
Mengapa Para Ilmuwan Khawatir Munculnya Varian Baru COVID-19 di Afsel?
Ilustrasi varian baru Covid-19. Munculnya varian baru COVID-19 di Afsel membuat para ilmuwan khawatir. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Penelitian akan memerlukan waktu beberapa pekan, kata kepala teknis COVID-19 WHO Maria van Kerkhove pada Kamis. Saat ini, vaksin masih menjadi senjata penting untuk menghadapi virus corona.

Tak ada gejala tak biasa yang dilaporkan setelah pasien terinfeksi varian baru itu. Pada beberapa kasus, pasien tidak menunjukkan gejala apa pun, kata NICD.

Respons WHO

Badan kesehatan PBB itu akan memutuskan apakah B11529 dimasukkan dalam varian yang diperhatikan (variant of interest/VOI) atau varian yang diwaspadai (variant of concern/VOC).

Baca Juga:Varian Baru Covid-19 Dinamai Omicron, Diakui Lebih Cepat Menular

Jika ada bukti bahwa varian itu lebih menular dan vaksin kurang efektif melawannya, varian itu akan diberi status VOC dan dinamai dengan abjad Yunani.

WHO sejauh ini telah mengidentifikasi empat VOC --Alpha, Beta, Gamma dan Delta.

Dua varian dalam VOI adalah Lambda yang ditemukan di Peru pada Desember 2020 dan Mu di Kolombia pada Januari 2021. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak