Walau beda pendapat, Gus Miftah mengaku masih menghormati Tengku Zul. Ini terbukti ketika Gus MIftah bertemu Tengku Zul di acara Muslim Choice Award.
"Saya ketemu beliau di ruang transit dan di panggung utama, dua kali saya cium tangan beliau. karena saya tidak mungkin membenci beliau. Sebagai orang tua apalagi sebagai guru," ujarnya.

Menghormati Ustaz Abdul Somad
Gus Miftah juga menceritakan pernah dimintai tanggapan mengenai Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga:Imbas Komentari Santri, Gus Miftah Merasa Gagal Jadi Guru Deddy Corbuzier
Bagi Gus Miftah, Ustaz abdul Somad ialah orang baik, orang alim dengan segala kelebihannya. "Kalo saya dibandingkan beliau, apa," katanya.
"Kalo kemudian terjadi silang pendapat soal katakanlah ketika saya ceramah di gereja. Beliau berkomentar ya sah-sah saja. Beliau punya pandangan, saya punya pandangan," ujar Gus Miftah.
Menurut Gus Miftah, yang susah di Indonesia begitu beda pandangan tidak bisa menghormati pandangan orang lain dan mengklaim pendapatnya paling benar.
"Ketika saya ceramah di gereja di salah-salahkan, saya menghormati pendapat mereka. Tapi bisa juga dong dirimu menghormati pendapat saya," tuturnya.
Karena itu menurut Gus Miftah, masalah perbedaan tidak akan selesai selama tidak dewasa menyikapi perbedaan itu.
Baca Juga:Muncul Ancaman Boikot, Deddy Corbuzier Minta Maaf Komentari Santri Tutup Telinga