facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Inflitrasi Komunis di Tubuh Polri Tumbangkan Kapolri Pertama RS Soekanto

Wakos Reza Gautama Sabtu, 11 September 2021 | 14:08 WIB

Inflitrasi Komunis di Tubuh Polri Tumbangkan Kapolri Pertama RS Soekanto
Kapolri RS Soekanto. [Buku Sosok Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo Melalui Spiritual Membangun Polisi Profesional]

Soekanto ditumbangkan sebagai Kapolri pertama karena dianggap sebagai tokoh anti komunis.

Enoch termasuk salah satu tokoh yang dekat dengan Soekanto. Ia menolak ikut. Namun ia dibohongi. Dikatakan padanya bahwa Presiden Soekarno lah yang memintanya datang membawa surat pernyataan ke Istana. Dengan berat hati, Enoch ikut menghadap Presiden Soekarno. 

Dikutip dari buku "Sosok Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo Melalui Spiritual Membangun Polisi yang Profesional" Soetjipto Danukusumo menjelaskan ketidakpuasan generasi muda Polri terhadap kepemimpinan Soekanto di hadapan Presiden Soekarno. 

Mereka kecewa dengan sikap Polri ketika meletusnya pemberontakan PRRI. Polri dinilai tidak sepenuh hati ikut dalam pemberantasan PRRI di Sumatera. 

Sukahar, salah satu perwakilan delegasi, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Soekanto. Di tahun 1950, Sukahar pernah meminta Soekanto untuk membebaskan pejuang polisi bernama Pohan yang ditahan Belanda. 

Baca Juga: Kisah Pemuda Bernama Nyoman Gedur yang Tewas Dibunuh PKI

Namun Soekanto tidak memenuhi permintaan Sukahar. Akibatnya Pohan menyeberang ke PRRI.  Soekanto juga dinilai kurang menyatu dengan rakyat ini karena Soekanto tidak pernah ikut perjuangan bersenjata. 

Soekanto dinilai cenderung membangun polisi profesional daripada menghayati polisi pejuang. Selain itu, Sukahar juga menduga Soekanto adalah simpatisan Partai Sosialis Indonesia (PSI). Sukahar juga tidak suka karena Soekanto terlalu dipengaruhi falsafah kebatinan yang ia anut. 

Soekanto yang mengetahui ada tujuh perwira menghadap Presiden Soekarno, sangat marah. Kemarahannya bukan karena isi tuntutan dari tim tujuh. 

Ia tidak suka pengiriman delegasi menghadap Bung Karno tanpa sepengetahuan dirinya. Segera Soekanto memanggil ketujuh orang itu. Namun tidak ada yang datang.   

Presiden Soekarno merasa Soekanto tidak mendukungnya ketika mendengungkan konsep Nasakom. Soekanto memang tidak mendukung konsep Nasakom karena anti Komunis. Hal lain adalah Lena istri Soekanto ikut aktif berdemonstrasi menentang poligami Presiden Soekarno. 

Baca Juga: Baru 5 Jenazah Napi Lapas Tangerang Bisa Teridentifikasi, RS Polri Ungkap Kendalanya

Bung Karno memanggil Soekanto. Datanglah Soekanto ditemani Panglima Korps Mobrig M Jasin dan Soebroto Brotodiredjo.  Pada pertemuan itu, Soekarno menjelaskan mengenai pertemuan dirinya dengan tujuh perwira Polri. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait