Diserang Warga, Dua Prajurit Paskhas TNI AU Luka Serius

dua anggota Paskhas terluka setelah dianiaya warga di Papua

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:03 WIB
Diserang Warga, Dua Prajurit Paskhas TNI AU Luka Serius
pembakaran di Dogiai, Papua. Warga menyerang prajurit Paskhas dan membakar rumah di Dogiai, Papua. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Dua anggota paskhas TNI AU, Kamis petang (15/7/2021) dianiaya warga di Dogiai, Papua.

Akibat penganiayaan itu, satu prajurit Paskhas TNI AU dilaporkan kritis dan saat ini dirawat di RSUD Madi, Kabupaten Paniai, Papua. 

"Memang benar ada laporan dua anggota Paskhas terluka setelah dianiaya warga yang saat itu sedang meminum minuman keras di landasan (runway) bandara Moanemani,"kata Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan kepada Antara, Jumat (16/7/2021). 

Dijelaskan, dari laporan yang diterima insiden itu berawal dari laporan terkait adanya sekelompok warga yang sedang minum miras di runway sehingga anggota Paskhas dari Yonko 463/Trisula mendatangi TKP dan meminta mereka untuk keluar dan meninggalkan kawasan bandara. 

Baca Juga:Kapasitas Ruangan Penuh, Perawatan Pasien RSUD Jayapura Membludak Hingga Keluar

Sesaat setelah keluar kawasan bandara melalui pagar itulah mereka balik dan menyerang kelima anggota paskhas dengan menggunakan senjata tajam dan bebatuan. 

"Akibatnya dua anggota mengalami luka serius yakni Koptu Didik Prayudi dan Kopda Atok Tri Utomo hingga harus dilarikan ke RSUD Madi," kata Iwan Setiawan seraya mengaku, usai menganiaya aparat keamanan, mereka diduga memprovokasi warga hingga melakukan pembakaran terhadap rumah dan kios tempat warga non Papua berjualan. 

Akibatnya sekitar 30-an bangunan ludes terbakar dan warga mengungsi ke koramil serta polsek, namun belum ada laporan warga sipil yang menjadi korban.

"Jumat pagi Dandim dan Kapolres Nabire yang membawahi Dogiai sedang menuju TKP melalui jalan darat,"jelas Brigjen TNI Iwan Setiawan. 

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan mengakui ada satu warga sipil dilaporkan meninggal akibat ikut terbakar saat massa melakukan pembakan rumah dan kios milik warga di Dogiai.

Baca Juga:Nydia Ayomi, Dokter Muda di Papua Barat Meninggal Akibat Covid-19

"Memang benar dalam aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok warga di Kabupaten Dogiai, Kamis (15/7/2021) malam menyebabkan satu warga sipil yakni Hendrik Simatupang (35) meninggal akibat terbakar," ungkap-nya.

Korban tidak bisa menyelamatkan diri karena dalam kondisi sakit, kata Brigjen TNI Iwan Setiawan yang dihubungi ANTARA dari Jayapura, Papua, Jumat malam.

Danrem mengakui selain itu juga dua warga yang terluka akibat terkena panah yakni Theresa Parukka dan anaknya yang Aldo Paranoan yang mengalami patah tangan kanan sudah dievakuasi ke Nabire.

Situasi keamanan sudah nisbi kondusif dan warga sudah ada yang kembali ke rumah, sedangkan yang takut masih mengungsi ke koramil, polsek dan pos TNI.

Tercatat 13 rumah dan 19 kios ludes terbakar dalam insiden pembakaran. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini