Ketegangan Jelang Supersemar, Pasukan Liar Kepung Istana

sebelum keluarnya Supersemar, sempat terjadi ketegangan di Istana Merdeka.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 11 Maret 2021 | 07:20 WIB
Ketegangan Jelang Supersemar, Pasukan Liar Kepung Istana
Ilustrasi Presiden Soekarno. Presiden Soekarno menandatangani Supersemar. (jempretan YoUtube)

Bung Karno, Subandrio, dan Chaerul Saleh terbang ke Istana Bogor. Pimpinan rapat diambil alih Dr Leimena. Kejadian ini dilaporkan ke Soeharto. Soeharto lalu mengirim surat ke Bung Karno yang diantar Basuki Rachmat, orang kepercayaan Soeharto.

Surat itu isinya “Saya tidak akan tanggung jawab kalau saya tidak diberi kekuasaan untuk mengatasi keadaan ini”

Basuki Rachmat adalah orang yang tidak disenangi Soekarno. Karena itu Basuki Rachmat mengantar surat itu ditemani M Jusuf dan Amir Machmud.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Presiden Soekarno akhirnya mau menandatangani surat yang dinamakan Supersemar. Kemal Idris dalam buku "Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi" mengaku sempat membaca Supersemar itu.

Baca Juga:Viral Video Lawas Cak Nun Sindir Megawati Tak Sekolah sampai Hidup Enak

Isi Supersemar adalah memberikan kekuasaan kepada Soeharto untuk bertindak mengamankan situasi. Supersemar inilah yang dijadikan Soeharto mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini