- Puluhan warga Lampung Tengah diduga keracunan makanan setelah menyantap hidangan acara doa bersama pada Sabtu, 12 September 2026.
- Satu korban jiwa berinisial N meninggal dunia di klinik pada Senin, 14 September 2026, sedangkan korban lainnya mendapat perawatan medis.
- Kepolisian bersama dinas kesehatan masih menyelidiki sampel makanan guna memastikan penyebab pasti insiden keracunan tersebut.
SuaraLampung.id - Suasana khidmat acara doa bersama di Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, berubah menjadi duka mendalam.
Niat bersilaturahmi dalam agenda yasinan dan tahlilan justru berujung petaka setelah puluhan warga mendadak tumbang akibat dugaan keracunan makanan.
Tragedi ini merenggut satu korban jiwa berinisial N (42). Korban mengembuskan napas terakhirnya saat tengah berjuang melawan masa kritis di Klinik Mandala Medical Center, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Sementara itu, puluhan jemaah lainnya yang turut menyantap sajian tuan rumah dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan akibat mengalami keluhan serupa.
Kapolsek Seputih Mataram AKP Junaidi membeberkan kronologi insiden kelam ini. Petaka bermula pada Sabtu (12/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, saat warga berkumpul di kediaman Fajar untuk memanjatkan doa bersama. Seusai tahlilan, para tamu dipersilakan menyantap hidangan yang telah disiapkan.
Namun, keesokan harinya, kepanikan massal melanda warga. Satu per satu jamaah mulai didera gangguan kesehatan akut.
"Sehari setelah acara, puluhan warga mengeluhkan gejala mual, muntah hebat, diare, pusing, hingga tubuh menggigil dan lemas ekstrem. Warga yang kondisinya memburuk langsung dievakuasi ke klinik untuk perawatan intensif," terang AKP Junaidi, Kamis (17/9/2026).
Merespons gelombang korban tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat ke lokasi. Petugas langsung menyisir TKP, memintai keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi intensif dengan dinas kesehatan dan tenaga medis guna melacak pemicu utama di balik insiden ini.
Meski dugaan kuat mengarah pada keracunan massal hidangan acara, kepolisian enggan gegabah menarik kesimpulan dini sebelum uji laboratorium keluar.
Baca Juga: 256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG
"Penyebab pastinya masih kami dalami dan investigasi secara ilmiah bersama pihak medis. Prioritas mutlak kami saat ini adalah memastikan seluruh warga yang terbaring sakit mendapat penanganan medis terbaik hingga pulih," tegas Junaidi.
Jenazah N kini telah dimakamkan oleh pihak keluarga dengan pendampingan aparat setempat. Di sisi lain, polisi memastikan kondisi di Kampung Terbanggi Mulya tetap tenang dan kondusif.
"Kami mengimbau warga tetap tenang dan tidak termakan isu liar yang berspekulasi sendiri. Kepastian mengenai penyebab peristiwa ini akan segera kami umumkan secara transparan setelah hasil investigasi resmi rampung," pungkas Kapolsek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong