- Remaja berinisial MSY melapor menjadi korban pembegalan bermobil Honda Brio di Jati Agung pada Minggu, 9 Agustus 2026.
- Polisi menyelidiki laporan tersebut melalui rekaman kamera pengawas dan menemukan ketidaksesuaian waktu dengan keterangan pelapor.
- MSY mengaku telah merekayasa laporan pembegalan karena motornya sudah digadaikan senilai dua juta rupiah.
SuaraLampung.id - Skenarionya tersusun begitu rapi, lengkap dengan detail yang sangat kekinian. Seorang remaja berusia 16 tahun, MSY, mendatangi Polsek Jati Agung, Lampung Selatan, dengan wajah pucat, mengaku sebagai korban begal sadis.
Ia menyebut sebuah mobil Honda Brio hitam dengan stiker boneka Labubu yang ikonik di kaca belakang telah memepet dan merampas motor kesayangannya.
Namun, sepandai-pandainya MSY menyusun drama, ketelitian polisi jauh lebih tajam. Begal Labubu yang sempat meresahkan warga Jati Agung itu ternyata hanyalah isapan jempol belaka.
Dalam laporan awalnya, MSY mengaku dicegat saat menempuh perjalanan pulang dari Bandar Lampung menuju rumahnya di Dusun Cimemen, Minggu (9/8/2026) dini hari.
Suasana sepi Jalan Puspa Raya diklaim menjadi saksi bisu saat ia didorong hingga tersungkur oleh pria misterius yang turun dari mobil Brio berperekat stiker Labubu tersebut. Kerugian yang dilaporkan berupa satu unit Honda Beat merah senilai Rp18,6 juta lenyap ditelan kegelapan malam.
Tim penyidik Polsek Jati Agung segera bergerak. Namun, saat menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute yang disebutkan korban, polisi mulai mencium aroma amis. Ada celah waktu yang tidak sinkron antara pengakuan MSY dengan data digital yang tertangkap kamera.
"Kami menemukan adanya perbedaan waktu yang mencolok antara keterangan korban dengan rekaman di TKP," ungkap Kanit Reskrim Polsek Jati Agung, Ipda Yeyendra.
Merasa ada yang tak beres, penyidik kembali memanggil MSY untuk pemeriksaan mendalam. Di bawah tatapan mata tajam petugas, keberanian remaja itu runtuh. Lidahnya yang semula lincah merangkai skenario begal, akhirnya mengakui kebenaran yang memalukan.
Ternyata, motor Honda Beat merah itu tidak pernah dirampas oleh mobil berstiker Labubu. Faktanya, sehari sebelum laporan dibuat, MSY telah menggadaikan motor tersebut kepada seorang warga di Jati Agung seharga Rp2 juta.
Baca Juga: Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
Diduga karena bingung atau takut mempertanggungjawabkan motor yang digadai, ia memilih jalan pintas dengan membuat laporan palsu ke polisi.
Motor tersebut kini telah diamankan polisi bukan sebagai hasil rampasan begal, melainkan sebagai barang bukti laporan palsu.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Deddy Kurniawan, menyayangkan tindakan nekat remaja tersebut. Ia menegaskan bahwa laporan palsu bukan sekadar kebohongan, tapi merupakan tindak pidana yang menguras energi dan sumber daya aparat.
“Jangan membuat laporan yang tidak sesuai fakta. Laporan palsu memiliki konsekuensi hukum yang serius dan sangat mengganggu proses penegakan hukum,” tegas AKBP Deddy.
Kini, alih-alih mendapatkan kembali motornya, MSY justru harus berhadapan dengan konsekuensi hukum dari drama Boneka Labubu yang ia ciptakan sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Drama Begal Boneka Labubu Berakhir Malu: Remaja Jati Agung Dibui Buat Laporan Palsu
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus