- Seorang pria berinisial TI (50) ditemukan meninggal dunia di kandang ayam rumahnya di Lampung Selatan, Jumat (14/8/2026).
- Kapolsek Jati Agung menyatakan korban diduga mengalami depresi akibat persoalan komunikasi dengan istrinya yang bekerja di luar negeri.
- Pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya bekas jeratan di leher korban tanpa tanda-tanda kekerasan lain, dan keluarga menolak autopsi.
SuaraLampung.id - Suara tangisan seorang balita memecah kesunyian di Desa Sumber Agung, Jati Agung, Lampung Selatan, Jumat (14/8/2026) pukul 03.20 WIB.
Tangisan itu membangunkan sang kakak. Dengan langkah gontai, ia mencari keberadaan sang ayah, TI (50), yang tak lagi berada di tempat tidurnya.
Penelusuran singkat di dalam rumah tak membuahkan hasil, hingga langkahnya membawa ia ke area kandang ayam di samping rumah.
Di sanalah, di antara bayang-bayang kandang, ia menemukan pemandangan yang akan membekas selamanya. Sang ayah telah berpulang dalam kondisi yang memilukan.
Kapolsek Jati Agung langsung menerjunkan tim Inafis dan berkoordinasi dengan tenaga medis Puskesmas Sinar Rejeki setelah menerima laporan warga.
Hasil pemeriksaan awal mengonfirmasi adanya bekas jeratan pada leher korban, tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuhnya.
Namun, di balik temuan medis tersebut, terungkap sebuah narasi pedih tentang beban batin yang diduga dipikul TI sendirian.
Berdasarkan keterangan keluarga kepada pihak kepolisian, TI selama ini tengah berjuang menghadapi badai dalam rumah tangganya.
Sang istri telah bertahun-tahun merantau ke luar negeri sebagai pekerja migran. Jarak ribuan kilometer itu ternyata tak hanya memisahkan raga, tapi juga mulai meretakkan komunikasi di antara mereka.
Baca Juga: Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
"Dari pemeriksaan awal, kami mendalami adanya persoalan rumah tangga terkait komunikasi dengan istri yang bekerja di luar negeri," ungkap Kapolsek Jati Agung Ipda M Yani.
Bahkan, diketahui TI sebelumnya pernah menunjukkan isyarat depresi dan percobaan serupa, sebuah sinyal darurat yang mungkin luput dari perhatian.
Kepergian TI meninggalkan duka mendalam sekaligus keheranan bagi warga sekitar. Di mata tetangga, pria berusia setengah abad ini dikenal sebagai sosok yang santun, berkelakuan baik, dan tak pernah memiliki musuh.
Tak ada yang menyangka bahwa di balik sifat baiknya, tersimpan luka yang begitu dalam hingga ia memilih mengakhiri perjalanannya di samping rumah sendiri. Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian TI dan menolak proses autopsi.
Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau hotline darurat terdekat.
Berita Terkait
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Di Balik COD: Niat Jual Motor, Pemuda di Lampung Selatan Disekap dan Diborgol Kawanan Bersenjata
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026
-
Servis Motor Timbulkan Percikan Api, Mobil Pikap Hingga Sepeda Anak Hangus
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat