- BPS RI mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026 di Lampung untuk memetakan aktivitas ekonomi seluruh pelaku usaha secara menyeluruh.
- Sebanyak 8.619 petugas dikerahkan untuk mendata seluruh sektor usaha demi menjamin akurasi data yang jujur dan inklusif.
- Hasil sensus akan dijadikan kompas pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
SuaraLampung.id - Menjelang perhelatan besar Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) RI mengirimkan pesan kuat dari Bumi Ruwa Jurai. Keberhasilan potret ekonomi bangsa dua tahun mendatang kini berada sepenuhnya di tangan masyarakat.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar rutinitas sepuluh tahunan. Ini adalah pertaruhan untuk melihat wajah asli ekonomi kita.
"Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi mengenai aktivitas ekonomi yang dijalankan," tegas Amalia saat berada di Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Baginya, satu jawaban yang tidak jujur atau satu usaha yang tersembunyi bisa merusak akurasi kebijakan negara. Amalia mengingatkan bahwa di tahun 2026 nanti, prinsip utamanya adalah no one left behind. Tidak boleh ada satu pun pedagang kaki lima hingga perusahaan besar yang luput dari catatan petugas.
"Semua harus tercatat tanpa terkecuali. Setiap aktivitas ekonomi, sekecil apa pun, memiliki arti penting bagi nadi perekonomian Lampung hingga Indonesia," imbuhnya.
Untuk memastikan misi besar ini berjalan mulus, Lampung akan menjadi salah satu medan tempur data yang krusial. Sebanyak 8.619 petugas sensus bersiap diterjunkan.
Mereka akan menyisir 15 kabupaten/kota, mengetuk pintu-pintu pelaku usaha, dan menggali informasi di balik hiruk-pikuk pasar hingga kesunyian industri rumahan.
Amalia menyebut ribuan petugas ini sebagai ujung tombak negara. Integritas mereka akan diuji untuk menyajikan potret ekonomi yang benar-benar jernih, bukan sekadar angka yang indah di laporan.
Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi kompas bagi pemerintah. Dari data inilah kebijakan tentang bantuan UMKM, pengembangan daya saing daerah, hingga strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat dirumuskan.
Baca Juga: Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
Melalui kolaborasi antara kejujuran warga dan dedikasi petugas, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan peta jalan yang kuat untuk masa depan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
-
Tiba-tiba Bersikap Aneh di Air Terjun Sembilan Putri: Remaja Pringsewu Ditemukan Hipotermia
-
Modus Rayuan dan Uang Jajan, Paman di Lampung Tengah Rudapaksa Keponakan Sendiri
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pensiunan ASN Ditemukan Meninggal dalam Kesendirian di Bandar Lampung
-
Dilahirkan di Kamar Mandi, Dibuang ke Bak Sampah: ART Buang Darah Dagingnya Sendiri di Pahoman
-
Rayakan Kemerdekaan, Danantara Perluas Akses Ekonomi lewat BRILink
-
Ambisi Lampung Menjadi Raja Gula: 13 Ribu Hektare Lahan Tebu Baru Disiapkan
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa