Wakos Reza Gautama
Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB
evakuasi pria panjat menara telekomunikasi di Way Kandis, Bandar Lampung, Rabu (24/6/2026). [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Mursalin Candra memanjat menara telekomunikasi di Way Kandis, Bandar Lampung, pada Rabu (24/6/2026) akibat depresi masalah rumah tangga.
  • Tim gabungan Basarnas, kepolisian, dan pemadam kebakaran melakukan negosiasi persuasif selama tiga jam untuk membujuk korban agar turun.
  • Operasi penyelamatan berhasil menyelamatkan korban dalam kondisi selamat pada pukul 13.00 WIB dan menyerahkannya kembali kepada pihak keluarga.

SuaraLampung.id - Di puncak sebuah menara telekomunikasi yang menjulang di Way Kandis, Bandar Lampung, sosok Mursalin Candra (25) berdiri menantang maut, Rabu (24/6/2026).

Begitu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas, Tim Rescue Basarnas Lampung langsung memacu armada mereka. Membawa perlengkapan vertical rescue, mereka tiba di lokasi pada pukul 11.40 WIB.

Namun, setibanya di sana, mereka sadar bahwa peralatan canggih sekalipun tak akan berguna jika sang pemuda kehilangan kendali.

Di bawah komando Sumaryansyah, tim memutuskan untuk tidak langsung melakukan tindakan fisik yang agresif. Mereka memilih jalur diplomasi ketinggian, sebuah pendekatan persuasif untuk menenangkan jiwa yang sedang terguncang.

"Proses evakuasi kami lakukan dengan sangat hati-hati. Keselamatan korban adalah prioritas utama," ujar Sumaryansyah.

Di atas sana, di antara kabel-kabel pemancar, komunikasi dibangun. Petugas mencoba menjadi pendengar yang baik, membujuk Mursalin agar mengurungkan niatnya dan kembali turun ke pelukan keluarga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengungkapkan berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat persoalan rumah tangga yang sedang dihadapinya.

“Info dari pihak keluarga bahwasanya yang bersangkutan diduga depresi akibat akan diceraikan oleh istrinya,” kata Anthoni.

Drama di ketinggian itu melibatkan pasukan gabungan. Tak hanya Basarnas, mulai dari Polsek Tanjung Seneng, Brimob, hingga petugas pemadam kebakaran dari Bandar Lampung dan Lampung Selatan bersiaga di bawah. Semua menahan napas dalam keheningan yang tegang.

Baca Juga: Dua Emak-Emak Residivis Pencuri Sembako Tepergok Pemilik Warung di Kemiling

Kesabaran tim akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir tiga jam proses negosiasi dan persiapan teknis yang matang, tepat pukul 13.00 WIB, Mursalin berhasil diturunkan dalam kondisi selamat. Suasana tegang seketika pecah menjadi desah napas lega dari warga dan petugas yang menyaksikan.

Mursalin langsung diserahkan kepada keluarganya. Ia pulang untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut, sebuah kesempatan kedua untuk menata kembali hidupnya yang sempat nyaris terhenti di puncak menara.

Dengan selesainya operasi pada pukul 13.30 WIB, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing. Basarnas Lampung memberikan apresiasi tertinggi bagi sinergi lintas instansi yang bekerja cepat dan tanpa celah.

Load More