- Mursalin Candra memanjat menara telekomunikasi di Way Kandis, Bandar Lampung, pada Rabu (24/6/2026) akibat depresi masalah rumah tangga.
- Tim gabungan Basarnas, kepolisian, dan pemadam kebakaran melakukan negosiasi persuasif selama tiga jam untuk membujuk korban agar turun.
- Operasi penyelamatan berhasil menyelamatkan korban dalam kondisi selamat pada pukul 13.00 WIB dan menyerahkannya kembali kepada pihak keluarga.
SuaraLampung.id - Di puncak sebuah menara telekomunikasi yang menjulang di Way Kandis, Bandar Lampung, sosok Mursalin Candra (25) berdiri menantang maut, Rabu (24/6/2026).
Begitu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas, Tim Rescue Basarnas Lampung langsung memacu armada mereka. Membawa perlengkapan vertical rescue, mereka tiba di lokasi pada pukul 11.40 WIB.
Namun, setibanya di sana, mereka sadar bahwa peralatan canggih sekalipun tak akan berguna jika sang pemuda kehilangan kendali.
Di bawah komando Sumaryansyah, tim memutuskan untuk tidak langsung melakukan tindakan fisik yang agresif. Mereka memilih jalur diplomasi ketinggian, sebuah pendekatan persuasif untuk menenangkan jiwa yang sedang terguncang.
"Proses evakuasi kami lakukan dengan sangat hati-hati. Keselamatan korban adalah prioritas utama," ujar Sumaryansyah.
Di atas sana, di antara kabel-kabel pemancar, komunikasi dibangun. Petugas mencoba menjadi pendengar yang baik, membujuk Mursalin agar mengurungkan niatnya dan kembali turun ke pelukan keluarga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengungkapkan berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat persoalan rumah tangga yang sedang dihadapinya.
“Info dari pihak keluarga bahwasanya yang bersangkutan diduga depresi akibat akan diceraikan oleh istrinya,” kata Anthoni.
Drama di ketinggian itu melibatkan pasukan gabungan. Tak hanya Basarnas, mulai dari Polsek Tanjung Seneng, Brimob, hingga petugas pemadam kebakaran dari Bandar Lampung dan Lampung Selatan bersiaga di bawah. Semua menahan napas dalam keheningan yang tegang.
Baca Juga: Dua Emak-Emak Residivis Pencuri Sembako Tepergok Pemilik Warung di Kemiling
Kesabaran tim akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir tiga jam proses negosiasi dan persiapan teknis yang matang, tepat pukul 13.00 WIB, Mursalin berhasil diturunkan dalam kondisi selamat. Suasana tegang seketika pecah menjadi desah napas lega dari warga dan petugas yang menyaksikan.
Mursalin langsung diserahkan kepada keluarganya. Ia pulang untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut, sebuah kesempatan kedua untuk menata kembali hidupnya yang sempat nyaris terhenti di puncak menara.
Dengan selesainya operasi pada pukul 13.30 WIB, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing. Basarnas Lampung memberikan apresiasi tertinggi bagi sinergi lintas instansi yang bekerja cepat dan tanpa celah.
Berita Terkait
-
Dua Emak-Emak Residivis Pencuri Sembako Tepergok Pemilik Warung di Kemiling
-
Drama Pencuri HP Terjun ke Laut Demi Hindari Kejaran Polisi di Bandar Lampung
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
Maling Motor di Acara Kuda Lumping Keok: Buron 2 Bulan, Cuma Dapat 600 Ribu
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas